#AksiCintaBumi Pengelolaan Perangkat Elektronik dan E-Waste di Lintasarta |Transforming E-Waste, Empowering Our Future
Dokumen ini adalah rujukan resmi #AksiCintaBumi Essay Competition 2026. Seluruh angka, nama, istilah, dan penyebutan program yang tercantum disini sudah diverifikasi dan boleh dikutip peserta. Informasi mengenai Lintasarta yang tidak tercantum dalam dokumen ini sebaiknya tidak dikutip.
Cara menggunakan dokumen ini
- Kutip angka persis seperti tertulis, lengkap dengan tahun dan sumbernya.
- Gunakan penulisan nama dan istilah sesuai Bagian 2 — jangan menyingkat atau menerjemahkan sendiri.
- Baca Bagian 8 sebelum menulis. Bagian itu memuat hal-hal yang TIDAK boleh diklaim.
- Jika sebuah fakta tidak ada di dokumen ini, jangan diasumsikan. Tulis isu e-waste secara umum dengan sumber publik yang kredibel.
Versi 1.0 · Disiapkan oleh Corporate Communications Lintasarta · Berlaku untuk periode lomba September–November 2026.
1.Ringkasan Program
#AksiCintaBumi adalah program keberlanjutan Lintasarta yang mengajak karyawan, mitra, institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat umum untuk mengelola perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan secara bertanggung jawab. Program dijalankan bersama EwasteRJ, ekosistem dan komunitas ekonomi sirkular asal Indonesia yang berfokus pada pengumpulan dan pengelolaan sampah elektronik.
Program ini merupakan bagian dari payung CSR Lintasarta Peduli Negeri melalui Pilar Cinta Bumi, sekaligus bagian dari komitmen ESG Lintasarta.
Angka kunci
| Butir | Data resmi |
| Nama program | #AksiCintaBumi |
| Tema program | Transforming E-Waste, Empowering Our Future |
| Periode program | September – November 2026 |
| Kick off Program di Lintasarta | Kamis, 20 Agustus 2026, Jakarta |
| Target pengumpulan | 380 kilogram e-waste |
| Makna target | Simbol 38 tahun perjalanan Lintasarta (berdiri 1988) |
| Titik drop box | 5 lokasi (lihat Bagian 4) |
| Mitra pengelola e-waste | EwasteRJ |
| Mitra Pendidikan | Universitas Indonesia & SMA Labschool Cirendeu |
| Kick Off Program di Universitas Indonesia | 14 September 2026 |
| Kick Off Program di SMA Labschool Cirendeu | To be confirm |
| Mitra komunitas | Trash Ranger Indonesia |
| Kontribusi SDG | SDG 4, SDG 12, SDG 13, SDG 17 |
| Payung CSR | Lintasarta Peduli Negeri — Pilar Cinta Bumi |
2. Terminologi dan Penulisan Resmi
Gunakan penulisan di kolom kanan. Penulisan yang keliru membuat karya sulit diverifikasi dan berisiko ditolak redaksi media.
| Jangan tulis seperti ini | Penulisan resmi |
| Aksi Cinta Bumi / #aksicintabumi / #AKSICINTABUMI | #AksiCintaBumi |
| PT Lintasarta / Lintas Arta | Lintasarta (nama badan hukum: PT Aplikanusa Lintasarta) |
| E-Waste RJ / Ewaste-RJ | EwasteRJ |
| SMAN Labschool Cirendeu | SMA Labschool Cirendeu |
| Univ. Indonesia | Universitas Indonesia (boleh disingkat UI setelah penyebutan pertama) |
| Trash Ranger | Trash Ranger Indonesia |
| program peduli negeri | Lintasarta Peduli Negeri |
| pilar cinta bumi | Pilar Cinta Bumi |
Istilah teknis dan artinya
| Istilah | Definisi resmi |
| Refurbishment | Perangkat yang masih layak diperbarui agar memperoleh masa pakai kedua (second life). |
| Second life | Masa pakai kedua sebuah perangkat setelah tidak lagi digunakan pemilik pertamanya. |
| Obsolete | Perangkat yang sudah end of sales, end of support, atau end of regulation — belum tentu rusak. |
| Damaged | Rusak berat. |
| Unrepairable | Tidak dapat diperbaiki. |
| No Further Business Use | Tidak dapat lagi dipergunakan untuk keperluan produksi. |
| Disposal | Proses resmi mengeluarkan aset dari operasional perusahaan. |
| Purchase Value | Nilai pembelian aset. |
| NBV (Net Book Value) | Nilai buku aset setelah penyusutan. |
| Recovery / scrap value | Nilai jual material aset yang sudah menjadi scrap. |
| Limbah B3 | Bahan Berbahaya dan Beracun — kategori regulasi yang mencakup sebagian besar komponen e-waste. |
| Ekonomi sirkular | Model ekonomi yang menjaga material tetap berada dalam siklus pemanfaatan, bukan berakhir sebagai limbah. |
3. Mitra dan Perannya
| Pihak | Peran dalam program |
| Lintasarta | Inisiator dan penyelenggara program; penyedia titik drop box; penyelenggara kompetisi. |
| EwasteRJ | Mitra pengelola e-waste. Menangani pemulihan material dan memastikan e-waste masuk ke ekosistem pengelolaan yang tepat. Founder & CEO: Rafa Jafar. |
| Universitas Indonesia | Mitra pendidikan; lokasi drop box; basis peserta kompetisi. |
| SMA Labschool Cirendeu | Mitra pendidikan; lokasi drop box; basis peserta kompetisi. |
| Trash Ranger Indonesia | Mitra komunitas lingkungan. Co-Founder: Putri Melta Sari. |
| IOH dan Balindo | Mitra lelang untuk aset korporat Lintasarta yang masuk disposal — terpisah dari jalur #AksiCintaBumi. |
4. Lokasi Drop Box
Masyarakat dapat menyerahkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan ke lima titik berikut:
| No | Lokasi | Wilayah |
| 1 | Lintasarta HQ, Menara Thamrin | Jakarta Pusat |
| 2 | Lintasarta Office TB Simatupang | Jakarta Selatan |
| 3 | Lintasarta Warehouse Taman Tekno | Tangerang Selatan |
| 4 | Universitas Indonesia | Depok, Jawa Barat |
| 5 | SMA Labschool Cirendeu | Tangerang Selatan |
Kategori perangkat yang diterima
| Kategori | Contoh perangkat |
| Kecil | Mouse, baterai, kabel, charger, earphone |
| Sedang | Ponsel, tablet, keyboard, kamera, motherboard, laptop, hard disk, speaker, modem, CPU |
| Besar | TV, kulkas, printer, monitor, mesin elektronik berukuran besar |
5. Ke Mana Perangkat yang Terkumpul?
Perangkat yang masuk melalui #AksiCintaBumi ditempuh melalui tiga jalur:
Tiga jalur pengelolaan
- Refurbishment — perangkat yang masih layak diperbarui untuk memperoleh second life.
- Pemulihan material — perangkat yang tidak dapat digunakan kembali dikelola bersama EwasteRJ melalui proses pemulihan material yang masih bernilai.
- Upcycling edukatif — sebagian material ditransformasikan menjadi karya edukatif.
Artwork program berbentuk Garuda dan Peta Indonesia, sebagai simbol Unity in Action.
6. Pengelolaan Aset Elektronik Korporat Lintasarta
PENTING — dua hal yang berbeda
- #AksiCintaBumi adalah program pengumpulan e-waste dari masyarakat, karyawan, dan institusi pendidikan, dikelola bersama EwasteRJ.
- Pengelolaan aset korporat adalah proses internal Lintasarta terhadap perangkat operasional perusahaan sendiri, dengan alur, mitra, dan aturan yang berbeda.
- Jangan mencampur data dari kedua jalur ini. Angka pada Bagian 7 tidak berlaku untuk #AksiCintaBumi, dan sebaliknya.
Jenis aset yang dikelola
| Kelompok | Perangkat |
| Telekomunikasi | Switch, router, modem fiber optic, radio link, Broadband Wireless Access, perangkat VSAT (modem dan RF), perangkat firewall |
| Sarana penunjang | Inverter, UPS, AC, rectifier |
| Perangkat komputer | PC desktop, laptop, printer |
| Infrastruktur AI | GPU, server, storage |
Siklus hidup dan kriteria disposal
| Butir | Data resmi |
| Rata-rata usia aset saat disposal | 5 tahun |
| Kondisi umum saat disposal | Rusak / malfungsi, dan obsolete |
| Sistem pencatatan aset | INTAN — sistem asset management tracking Lintasarta |
| Kriteria disposal | Damaged, Unrepairable, No Further Business Use, Obsolete |
| Syarat nilai buku | NBV harus bernilai 0 sebelum aset masuk proses disposal |
| Verifikasi | Dua tahap: Asset Management, lalu Accounting |
| Dokumentasi | Seluruh barang disposal tercatat di sistem INTAN; serah terima ke pemenang lelang dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani kedua pihak |
| Keamanan data | Perangkat yang diterima di gudang sudah tidak memiliki media penyimpanan data |
| Mitra lelang | IOH dan Balindo |
Penentuan nilai
| Jalur | Dasar penentuan harga |
| Scrap / auction | Jenis material, berat barang, dan harga material tersebut di pasaran |
| Resale | NBV ditambah margin |
| Faktor pertimbangan | Harga pasar, kondisi perangkat, dan appraisal |
Output aset yang masuk disposal
| Butir | Data resmi |
| Pembagian output | Saat ini 100% scrap — belum ada jalur resale maupun donasi |
| Perangkat cabutan yang diperbaiki dan dikembalikan ke produksi | 48% dari perangkat dismantle yang diterima di gudang Lintasarta |
Sertifikasi dan izin mitra disposal
| Sertifikasi / izin | Keterangan |
| ISO 45001 | Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja |
| ISO 14001:2015 | Sistem manajemen lingkungan |
| Izin pemanfaatan limbah B3 | Diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan |
| Izin pengangkutan B3 | Izin pengangkutan bahan berbahaya dan beracun |
7. Data E-Waste yang Boleh Dikutip
Seluruh angka berikut bersumber dari Global E-waste Monitor 2024 (ITU dan UNITAR). Cantumkan sumber dan tahun setiap kali mengutip.
| Data | Angka | Tahun |
| E-waste global yang dihasilkan | 62 juta ton | 2022 |
| Porsi yang tercatat dikumpulkan dan didaur ulang secara formal | 22,3% | 2022 |
| E-waste yang dihasilkan Indonesia | sekitar 1,9 juta ton | 2022 |
| Rata-rata e-waste per kapita global | 7,8 kg per orang | 2022 |
| Proyeksi e-waste global | 82 juta ton | 2030 |
| Laju pertumbuhan e-waste global | 2,6 juta ton per tahun | — |
| Nilai material mentah dalam e-waste global | USD 91 miliar | 2022 |
| Nilai yang berhasil dipulihkan menjadi material sekunder | USD 28 miliar | 2022 |
Hati-hati dengan dua klaim ini
- Peringkat Indonesia di dunia. Sejumlah sumber sekunder menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh penghasil e-waste terbesar dunia, namun peringkat tersebut tidak dinyatakan langsung dalam ringkasan resmi Global E-waste Monitor 2024, dan sumber sekunder tersebut mencampur data dari tahun yang berbeda. Gunakan rumusan aman: “salah satu penghasil e-waste terbesar di dunia”.
- Persentase e-waste Indonesia yang dikelola dengan benar. Angka 17,4% beredar luas dengan atribusi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi belum terverifikasi ke dokumen primer. Jangan digunakan sebelum diverifikasi.
8. Yang TIDAK Boleh Diklaim
Bagian ini sama pentingnya dengan data di atas. Klaim berikut tidak benar dan tidak boleh muncul dalam karya peserta.
Jangan tulis kalimat seperti ini
- “Lintasarta menggunakan AI untuk mengelola proses disposal perangkatnya.” — Belum ada pemanfaatan AI dalam proses disposal Lintasarta. AI dalam konteks e-waste adalah peluang yang belum dijalankan, bukan praktik yang sudah berjalan.
- “Lintasarta mendonasikan laptop bekasnya ke sekolah.” — Belum pernah dilakukan. Aset korporat yang masuk disposal saat ini 100% masuk jalur scrap.
- “Lintasarta sudah mendaur ulang sekian ton e-waste.” — Angka volume historis belum tersedia. Satu-satunya angka resmi adalah target 380 kilogram untuk periode September–November 2026.
- “Program ini sudah berhasil mengumpulkan 380 kilogram.” — 380 kilogram adalah target, bukan capaian.
- “Lintasarta memiliki pabrik daur ulang e-waste.” — Tidak. Pengelolaan dilakukan bersama mitra, yaitu EwasteRJ untuk program #AksiCintaBumi.
- Klaim nilai ekonomi, jumlah unit aset per tahun, atau total berat material yang dikelola Lintasarta. — Data ini belum tersedia dan tidak boleh diperkirakan sendiri.
- Klaim bahwa Lintasarta adalah perusahaan pertama, satu-satunya, atau terbesar dalam pengelolaan e-waste di Indonesia. — Tidak ada dasar untuk klaim superlatif apa pun.
9. Rumusan Penyebutan yang Disarankan
Gunakan salah satu rumusan berikut apa adanya. Peserta tidak perlu menyusun sendiri positioning Lintasarta.
Penyebutan singkat — satu kalimat
“Salah satu contohnya dilakukan Lintasarta melalui #AksiCintaBumi, inisiatif lingkungan di bawah payung Lintasarta Peduli Negeri yang mengajak masyarakat mengelola perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan secara bertanggung jawab.”
Penyebutan sedang — dua sampai tiga kalimat
“Sejumlah perusahaan mulai bergerak di area ini. Lintasarta, misalnya, menjalankan #AksiCintaBumi bersama EwasteRJ sepanjang September–November 2026, dengan target pengumpulan 380 kilogram e-waste melalui lima titik drop box. Perangkat yang masih layak memperoleh second life, sementara sisanya diproses untuk memulihkan material yang masih bernilai.”
Penyebutan dengan konteks program payung
“#AksiCintaBumi merupakan bagian dari Lintasarta Peduli Negeri melalui Pilar Cinta Bumi, dan berkontribusi terhadap SDG 4, 12, 13, dan 17.”
Deskripsi resmi Lintasarta (boilerplate)
Artikel yang memerlukan penjelasan singkat mengenai perusahaan: “Lintasarta adalah penyedia layanan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI yang berdiri sejak 1988, dan berperan sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group.”
Peserta tidak wajib mencantumkan boilerplate. Hal ini sebagai informasi umum dan bisa digunakan jika dibutuhkan.
10. Kontak dan Verifikasi
Peserta yang ragu terhadap sebuah fakta sebaiknya bertanya sebelum menulis, bukan setelah publikasi.
Corporate Communications Lintasarta
Dahlya Maryana — VP, Head of Corporate Communications
dahlya.maryana@lintasarta.co.id
corporate.communication@lintasarta.co.id
#AksiCintaBumi · Lintasarta Peduli Negeri · Transforming E-Waste, Empowering Our Future
