Komitmen Kami
Program AI yang Bertanggung Jawab menerjemahkan komitmen Kebijakan AI Lintasarta ke dalam praktik operasional yang konkret — memastikan bahwa prinsip AI yang bertanggung jawab tertanam di setiap tahap siklus hidup AI.
Sebagai penyedia layanan ICT nasional, Lintasarta menjalankan tiga peran sekaligus dalam rantai nilai AI: sebagai penyedia produk dan layanan AI (Cloudeka GPU dan Cloudeka LLM), sebagai pengembang AI (AI Virtual Assistant Talita Ultima), dan sebagai pengguna AI dalam pemanfaatan internal untuk mendukung layanan kepada pelanggan. Ketiga peran tersebut berada dalam satu kerangka tata kelola yang sama: Sistem Manajemen Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence Management System – AIMS) yang disusun berdasarkan ISO/IEC 42001:2023.
Kebijakan AI Lintasarta ditetapkan dan disetujui oleh Direksi serta diintegrasikan ke dalam Kebijakan Manajemen Terintegrasi Perusahaan bersama kebijakan Mutu, Keamanan Informasi, K3L, Manajemen Risiko, Anti-Penyuapan, dan Keberlangsungan Usaha.
Agustus 2026
Kontrol Akses & Transparansi
Lintasarta menerapkan kontrol akses yang ketat terhadap seluruh kapabilitas AI yang dioperasikan. Pada layanan Cloudeka GPU, isolasi beban kerja pelanggan dijamin melalui teknologi virtualisasi GPU sehingga data dan proses satu pelanggan tidak dapat diakses oleh pengguna lain pada mesin fisik yang sama. Perusahaan juga memberlakukan kebijakan Tanpa Akses (Zero-Access) melalui aturan teknis dan administratif yang melarang personel Lintasarta mengakses isi instance maupun data yang tersimpan di ruang penyimpanan pelanggan.
Transparansi kami wujudkan melalui:
- Penandaan keterlibatan AI. Interaksi pelanggan dengan AI Virtual Assistant diidentifikasi secara jelas sebagai interaksi berbasis AI, sehingga pelanggan dan pemangku kepentingan dapat dengan mudah mengenali kapan informasi atau rekomendasi dihasilkan dengan bantuan AI.
- Penerusan dokumen transparansi model. Untuk model AI pihak ketiga dalam katalog layanan, Lintasarta meneruskan Model Card atau lembar fakta teknis dari pengembang asal kepada pelanggan, agar batasan etika dan teknis model dipahami sebelum digunakan.
- Transparansi metadata. Pelanggan diinformasikan bahwa pemantauan yang kami lakukan hanya mencakup metadata operasional, tanpa menyentuh isi data AI milik pelanggan.
- Pembaruan informasi berkala kepada pengguna dan mitra bisnis setiap kali terjadi perubahan signifikan pada infrastruktur, ketersediaan model dalam katalog, cakupan knowledge base, atau kebijakan privasi data.
Pengawasan Manusia (Human Oversight)
Lintasarta memastikan kendali manusia, pemantauan, dan kapabilitas intervensi dipertahankan secara konsisten di sepanjang siklus hidup sistem AI. Setiap sistem AI diklasifikasikan ke dalam salah satu tingkat pengawasan, berdasarkan hasil penilaian risiko yang mempertimbangkan dampak terhadap individu dan masyarakat, tingkat otonomi sistem, ketertelusuran dan reversibilitas keputusan, serta persyaratan regulasi yang berlaku. Tingkat pengawasan ini disesuaikan dengan profil risiko masing-masing layanan; untuk layanan bersifat self-service seperti Cloudeka GPU dan Cloudeka LLM, tanggung jawab pengawasan atas output berada dalam skema tanggung jawab bersama (shared responsibility) sebagaimana diatur dalam ketentuan layanan yang berlaku.
Tidak ada rekomendasi berdampak material yang diserahkan sepenuhnya kepada sistem otomatis. Rekomendasi yang dihasilkan AI Virtual Assistant untuk keperluan internal wajib diverifikasi oleh personel berwenang sebelum disampaikan kepada pelanggan.
Integritas Model AI
Untuk menjaga keandalan dan kewajaran sistem AI, Lintasarta menetapkan mekanisme:
- Integritas distribusi model dengan memastikan setiap model image dalam katalog berasal dari sumber resmi dan tidak mengalami modifikasi, serta mengelola kepatuhan lisensi model pihak ketiga secara proaktif.
- Pengujian penerimaan (acceptance testing) yang mencakup keandalan dan keamanan model, deteksi anomali output dan upaya eksploitasi, serta pengujian akurasi, tingkat halusinasi, dan keamanan AI Virtual Assistant.
- Penetapan metrik keadilan dan non-diskriminasi untuk memantau bahwa sistem AI memperlakukan semua kelompok secara setara dan tidak melanggengkan bias historis, dengan tindakan korektif atas setiap kesenjangan yang teridentifikasi.
- Penilaian Dampak Sistem AI (AI System Impact Assessment) minimum satu kali setahun dan mengulanginya setiap kali terjadi penambahan model baru ke katalog, pembaruan versi model yang mengubah arsitektur atau kapabilitas secara signifikan, perubahan tujuan penggunaan, atau penambahan jenis data pelanggan baru yang bersifat sensitif.
Perlindungan Data dan Kedaulatan Data
Lintasarta telah menetapkan program kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi sejak 2024 dan sudah tersertifikasi ISO 27701 serta menetapkan Tim Data Protection Officer (DPO) sebagai pengawal penerapannya.
Dalam konteks AI, Perusahaan menjamin bahwa seluruh data yang diproses oleh layanan LLM dan tersimpan dalam instance pelanggan tetap berada di wilayah hukum Indonesia. Data interaksi pelanggan dengan AI Virtual Assistant serta konten knowledge base internal dikelola sesuai UU PDP dan kebijakan keamanan informasi Perusahaan, termasuk pembatasan retensi dan pembatasan akses.
Bagi personel internal, Lintasarta memberlakukan larangan tegas memasukkan data Perusahaan berklasifikasi Internal, Restricted, dan Confidential ke dalam tools AI generatif pihak ketiga yang berada di luar kendali organisasi.
Tanggung Jawab Lingkungan
Lintasarta memandang efisiensi energi sebagai bagian tak terpisahkan dari penyediaan infrastruktur AI. Perusahaan memantau keberlanjutan energi melalui pengukuran Power Usage Effectiveness (PUE) pada klaster AI, sekaligus melakukan pemantauan kesehatan GPU terhadap parameter suhu, konsumsi daya, dan performa fisik untuk mencegah pemborosan energi dan kegagalan sistem.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG) Lintasarta.
Mekanisme Keberatan dan Kanal Pelaporan
Kami meyakini bahwa pelanggan dan pihak ketiga yang terdampak berhak mempertanyakan keluaran maupun keputusan yang dihasilkan oleh atau dengan bantuan AI. Lintasarta menyediakan kanal yang terstruktur dan mudah diakses:
- Kanal layanan pelanggan dan IT Support, yang meneruskan laporan terkait sistem AI kepada Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) sesuai Prosedur Pengelolaan Insiden Keamanan Informasi.
- Eskalasi AI Concern kepada Management Representative (MR) selaku penanggung jawab penerapan AIMS.
- Whistleblowing System (WBS) melalui www.lintasarta.net/whistleblowing-system dengan opsi pelaporan anonim dan perlindungan pelapor dari tindakan pembalasan.
Setiap laporan ditinjau oleh personel yang berkualifikasi.
Pelatihan Penggunaan dan Keamanan AI
Manajemen menyediakan program pelatihan berkelanjutan di bidang AI yang mencakup aspek teknis maupun tata kelola, sesuai peran masing-masing personel. Cakupan program meliputi prinsip Tata Kelola AI yang Bertanggung Jawab, kesadaran risiko dan etika AI, prosedur teknis operasional layanan Cloud GPU dan LLM, pelatihan tanggung jawab bersama (shared responsibility), serta panduan penggunaan AI Virtual Assistant secara bertanggung jawab bagi tim yang berinteraksi dengan pelanggan.
Personel yang menjalankan fungsi human oversight wajib memenuhi persyaratan kompetensi tertentu — termasuk pengetahuan teknis atas sistem yang diawasi, kapabilitas pengambilan keputusan di bawah tekanan, dan penyelesaian pelatihan yang dipersyaratkan sebelum penugasan — serta memelihara kompetensinya melalui pendidikan berkelanjutan. Rekaman pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan kualifikasi personel dipelihara sebagai bukti kepatuhan terhadap standar kompetensi AIMS.
AI untuk Kemajuan Talenta Indonesia
Sebagai wujud nyata dari prinsip bahwa kesejahteraan manusia dan masyarakat diprioritaskan di atas kemajuan teknologi, komitmen Lintasarta terhadap AI yang bertanggung jawab juga diwujudkan melalui kontribusi terhadap pengembangan talenta digital nasional. Komitmen ini tidak berhenti pada operasional internal. Melalui Gerakan AI Merdeka, Perusahaan menjalankan Program Laskar AI yang bertujuan mencetak talenta digital yang mampu mengadopsi dan mengembangkan teknologi AI menuju Indonesia Emas 2045 — dengan 13.588 pendaftar dan 657 peserta terpilih melalui rangkaian asesmen dan validasi. Lintasarta juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Jabar Istimewa Digital Academy (JIDA) untuk pelatihan aplikatif di bidang pemrograman, pemasaran digital berbasis AI, dan jaringan.
Tata Kelola, Audit, dan Peningkatan Berkelanjutan
Penerapan AIMS Lintasarta diawasi melalui struktur tata kelola yang jelas: Direksi menetapkan kebijakan dan sasaran AI, Management Representative mengoordinasikan penerapan dan menjadi titik eskalasi AI Concern, sementara Pemilik Sistem AI bertanggung jawab atas sistem masing-masing.
- Audit internal dilaksanakan secara berkala oleh personel kompeten dan independen untuk menilai ketercapaian sasaran keandalan, transparansi, dan keamanan; efektivitas kontrol Annex A ISO/IEC 42001; kepatuhan terhadap standar etika dan peraturan perundang-undangan; serta validitas hasil Penilaian Dampak AI.
- Tinjauan Manajemen dilaksanakan minimum satu kali setahun, atau saat terjadi perubahan signifikan pada lanskap teknologi AI, regulasi, dan standar etika AI nasional maupun global.
- Peningkatan berkelanjutan dijalankan melalui analisis akar penyebab atas setiap ketidaksesuaian dan insiden AI, tindakan korektif dan preventif, serta evaluasi efektivitas tindakan yang telah diambil.
Sasaran penggunaan AI kami selaraskan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi: kesejahteraan manusia dan masyarakat diprioritaskan di atas kemajuan teknologi, dan sistem AI Lintasarta tidak digunakan untuk memanipulasi, menipu, atau memaksa individu.
Standar dan Kerangka Acuan
Program AI yang Bertanggung Jawab Lintasarta disusun dengan mengacu pada:
| Standar / Regulasi | Keterangan |
|---|---|
| ISO/IEC 42001:2023 | Artificial Intelligence Management System — kerangka utama AIMS |
| ISO/IEC 22989:2022 | Konsep dan terminologi kecerdasan buatan |
| ISO/IEC 42005:2025 | AI system impact assessment |
| SNI ISO/IEC 27001:2022 | Sistem manajemen keamanan informasi |
| ISO/IEC 20000-1:2018 | Sistem manajemen layanan teknologi informasi |
| UU No. 27 Tahun 2022 | Pelindungan Data Pribadi |
Program AI yang Bertanggung Jawab Lintasarta ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk mengikuti perkembangan teknologi AI, persyaratan regulasi yang terus berkembang, serta ekspektasi pelanggan dan masyarakat.
