Ancaman siber kini tidak lagi terbatas pada virus dan malware klasik. Serangan seperti phishing, ransomware, serta eksploitasi kerentanan perangkat dan aplikasi telah menjadi ancaman nyata terhadap operasional organisasi.
Jika masing-masing elemen keamanan berdiri sendiri (terpisah), maka ada risiko celah di transisi antar sistem atau koordinasi yang lemah. Maka dari itu, pendekatan keamanan yang terintegrasi (integrated security approach) jadi solusi terbaik.
Pendekatan ini akan memberikan sinergi yang kuat antar layer keamanan, mulai dari jaringan, endpoint, aplikasi, hingga kontrol akses, sehingga seluruh sistem akan bekerja bersama, dan saling menguatkan secara harmonis.
Menurut Portnox, pendekatan arsitektur keamanan jaringan yang terintegrasi membantu setiap lapisan saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan perlindungan yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap ancaman modern.
Apa Itu Pendekatan Keamanan Terintegrasi?
Pendekatan keamanan terintegrasi melibatkan penggabungan berbagai alat dan proses keamanan jadi satu ekosistem yang saling melengkapi. Ini mencakup perlindungan endpoint, jaringan, dan cloud dalam satu kerangka kerja.
Alih-alih hanya mengandalkan firewall tradisional saja, pendekatan ini juga hadir dengan menggunakan teknologi seperti Secure Web Gateway (SWG) dan Data Loss Prevention (DLP), serta sistem monitoring real-time untuk mencegah kebocoran data dan serangan internal.
Dengan intergrasi ini, data dari berbagai sumber dianalisis secara terpadu, memungkinkan deteksi ancaman secara cepat dan akurat.
Misalnya, saat karyawan mengakses aplikasi cloud dari jarak jauh, sistem secara otomatis akan memverifikasi identitas dan memblokir lalu lintas yang berbahaya, atau dianggap sistem mencurigakan.
Baca juga: Cloud Security: Strategi Jitu untuk Keamanan Jaringan Anda
Pendekatan ini sangat relevan untuk bisnis di Indonesia yang semakin bergantung pada kerja hybrid atau remote, sehingga dapat memastikan keamanan jaringan tanpa mengganggu produktivitas.
Manfaat SSE dalam Pendekatan Terintegrasi
Secure Service Edge (SSE) menjadi inti dari pendekatan keamanan terintegrasi ini, dimana sistem ini dapat menyatukan layanan keamanan berbasis cloud seperti Firewall-as-a-Service (FWaaS), SWG, dan DLP dalam satu arsitektur terpadu.
Manfaat utamanya adalah perlindungan komprehensif terhadap ancaman internet-based, termasuk phishing, malware, dan pencurian data, dengan pemantauan dan pemblokiran secara real-time, sehingga keamanan jaringan bisa lebih terjamin.
SSE juga meminimalkan risiko dengan menerapkan kebijakan perusahaan untuk penggunaan web yang aman, sambil menjaga produktivitas tenaga kerja mobile, mendukung prinsip zero trust, di mana akses diberikan berdasarkan verifikasi berkelanjutan, bukan hanya sekali login.
Bagi perusahaan di sektor keuangan atau manufaktur, SSE menawarkan fleksibilitas biaya dengan opsi deployment yang disesuaikan, memungkinkan skalabilitas tanpa investasi besar awal. Hasilnya, bisnis tidak hanya aman, tapi juga lebih efisien.
Cara Mengimplementasikan Pendekatan Ini Secara Praktis
Untuk mulai menjalankan pendekatan ini, mulailah dengan audit keamanan jaringan untuk mengidentifikasi titik lemah, kemudian integrasikan SSE ke dalam infrastruktur jaringan yang dimiliki perusahaan Anda.
Pilih solusi yang kompatibel dengan endpoint protection untuk menciptakan pertahanan berlapis. Latih juga tim IT dan karyawan tentang penggunaan alat ini, serta terapkan monitoring berkelanjutan untuk respons cepat terhadap insiden.
Baca juga: Cara Hacker Bobol Data dan Sistem Keamanan, serta Upaya Cybersecurity untuk Antisipasi
Langkah selanjutnya adalah menguji sistem melalui simulasi serangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan integrasi berjalan mulus.
Dengan cara ini pendekatan keamanan jaringan ini tidak hanya melindungi, tapi juga dapat mendukung inovasi seperti adopsi cloud hybrid, membuat jaringan lebih tangguh di tengah ancaman siber yang terus berevolusi.
Keamanan Jaringan lebih Terjamin Dengan SSE Lintasarta
Pendekatan keamanan terintegrasi, dengan SSE sebagai pondasinya, adalah cara cerdas untuk melindungi jaringan perusahaan di era digital. Di Indonesia, Anda sangat disarankan untuk mengintegrasikan SSE dari Lintasarta.
SSE yang merupakan bagian dari SQURA Cybersec, menawarkan solusi lengkap dengan FWaaS, SWG, dan DLP, yang tidak hanya memantau, tapi juga memblokir ancaman seperti phishing serta malware secara real-time.
Layanan ini melengkapi endpoint security, memberikan perlindungan holistik untuk tenaga kerja mobile dengan opsi deployment fleksibel yang hemat biaya. Jika Anda masih penasaran tentang integrasi SSE, klik tautan ini.

