...
|
Lintasarta

Pendekatan Infrastruktur Jaringan untuk Mitigasi Serangan Siber

Cybersecurity
Pendekatan Infrastruktur Jaringan untuk Mitigasi Serangan Siber

Di era Internet yang semakin terbuka, serangan siber terus berkembang. Tidak hanya ransomware dan malware saja, kini serangan Distributed Denial of Service (DDoS), intrusion, hingga pencurian data, sudah sangat umum terjadi. 

Untuk mengatasi hal tersebut, infrastruktur jaringan yang kuat dan terancang dengan baik merupakan hal yang sangat penting agar organisasi atau perusahaan mampu mencegah atau meminimalisasi dampak dari serangan tersebut. 

Berikut beberapa pendekatan infrastruktur jaringan yang efektif untuk mitigasi keamanan dari serangan siber, serta bagaimana solusi nyata dapat diterapkan untuk mencegah, sekaligus mengatasi hal tersebut.

  • Keamanan Berlapis pada Level Jaringan

Infrastruktur harus didesain dengan pendekatan keamanan berlapis (defense in depth). Ini berarti tidak hanya mengandalkan satu lapisan keamanan saja, melainkan menggabungkan firewall, segmentasi jaringan, enkripsi, dan kontrol akses. 

Misalnya segmentasi jaringan, yang memisahkan area publik dan area sensitif, sehingga jika satu zona terkompromi, maka penyebarannya bisa dibatasi sehingga dampak kerusakannya bisa diminimalisir.

Baca juga: Cloud Security: Strategi Jitu untuk Keamanan Jaringan Anda

Protokol enkripsi yang kuat juga mampu membantu menjaga data antara perangkat endpoint, cabang dan pusat, tetap aman dari penyadapan atau manipulasi.

  • VPN, SD-WAN, dan Zero Trust Architecture

Bagi perusahaan hingga instansi pemerintahan, penggunaan VPN (Virtual Private Network) masih sangat relevan, terutama untuk mengamankan jalur komunikasi antar lokasi remote, cabang, maupun pekerja jarak jauh. 

Namun saat ini, solusi seperti SD-WAN dan konsep Zero Trust jadi lebih populer karena mereka tidak hanya mengamankan jalur, tetapi juga mampu mengontrol trafik berdasarkan identitas dan konteks perangkat atau pengguna. 

Misalnya, layanan Secure SD-WAN dan SASE (Secure Access Service Edge) membantu organisasi menerapkan kebijakan bahwa setiap akses harus diamankan, diverifikasi, dan diawasi secara real-time

  • Monitoring Proaktif dan Pengelolaan Ancaman

Infrastruktur jaringan yang efektif harus menyertakan fasilitas pemantauan secara real-time dari trafik, pola aktivitas yang tidak biasa, dan potensi serangan. 

Operasional Command Center atau Network Operation Center (NOC) yang dipadukan dengan Security Operation Center (SOC) memungkinkan deteksi dini dan respons cepat dari setiap serangan siber yang datang. 

Baca juga: Cara Hacker Bobol Data dan Sistem Keamanan, serta Upaya Cybersecurity untuk Antisipasi

Dengan analisis pola trafik historis, kapasitas backbone, titik rawan bottleneck, dan penggunaan rute alternatif, Anda bisa lebih siap menghadapi lonjakan trafik yang dipicu oleh serangan atau penggunaan tak terduga. 

  • Kapasitas dan Arsitektur Infrastruktur Jaringan yang Tangguh

Serangan siber seperti Distributed Denial of Service (DDoS) sering menargetkan kapasitas jaringan. Maka dari itu, infrastruktur jaringan harus dirangcang dengan memiliki kapasitas cadangan (over provisioning) yang memadai, backbone berkapasitas tinggi, serta jalur alternatif (redundancy) untuk memastikan layanan tetap berjalan meskipun  terjadi gangguan. 

Arsitektur jaringan harus mendukung rute lalu lintas yang optimal dan memiliki kemampuan failover otomatis ketika salah satu jalur mengalami gangguan.

Selain itu, penerapan sertifikasi protokol keamanan, pengamanan fisik (physical security) terhadap perangkat keras, server dan titik sambung (connection point), serta pencegahan terhadap penyusupan fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketangguhan dan keandalan infrastruktur jaringan secara keseluruhan.

  • Otomasi, Patch Management, dan Keamanan End-Point

Infrastruktur jaringan aman juga memerlukan sistem support yang mampu secara cepat memperbarui perangkat lunak (patch management), menutup celah keamanan, dan menerapkan pembaruan firmware, terutama seperti router, switch, dan firewall

Disamping itu, otomasi dalam keamanan, misalnya update otomatis, sistem deteksi dan respon otomatis terhadap ancaman, mempercepat mitigasi ketika sebuah celah atau serangan mulai terlihat. 

Baca juga: Tangkal Pencurian Data dengan Cyber Security Canggih Berbasis AI

End-point device yang tidak aman bisa menjadi pintu masuk serangan, sehingga kontrol perangkat klien, autentikasi yang kuat serta penggunaan antivirus/anti-malware yang mutakhir menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.

Solusi Connectivity dari Lintasarta

Menggunakan pendekatan infrastruktur jaringan berlapis bisa sangat membantu dalam mitigasi serangan siber. Dengan infrastruktur yang tepat, Anda bisa memperkecil risiko, menjaga kontinuitas operasional, dan melindungi aset digital secara efektif.

Agar Anda bisa menikmati keamanan yang lebih optimal, Lintasarta menyediakan solusi Connectivity yang mencakup layanan jaringan dengan keamanan mutakhir, termasuk Secure SD-WAN hingga pemantauan NOC/SOC.

Produk Connectivity dari Lintasarta memungkinkan perusahaan mendapatkan jaringan yang tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga aman terhadap berbagai ancaman siber yang terus berkembang. Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan ini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!