...
|
Lintasarta

MFA: Solusi Praktis Perkuat Perlindungan Akses dari Serangan Siber

MFA: Solusi Praktis Perkuat Perlindungan Akses dari Serangan Siber

Internet telah memberi berbagai kemudahan, mulai dari komunikasi, akses informasi hingga memudahkan perjalanan bisnis. Namun di sisi lain, ada juga sisi gelapnya yang tidak boleh diabaikan, yakni serangan siber.

Serangan ini bisa berupa pencurian data pribadi, peretasan akun, hingga penyalahgunaan informasi sensitif. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk memahami risiko dan mengambil langkah pencegahan secepat mungkin.

Di sinilah Multi-Factor Authentication (MFA) hadir sebagai solusi praktis dan efektif untuk mencegah serangan siber yang bisa merugikan individu maupun perusahaan. 

MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra di luar kata sandi sederhana, memastikan hanya pengguna sah yang dapat mengakses sistem. Dengan menerapkan MFA, bisnis dapat mengurangi risiko kebocoran data (data breach) secara signifikan.

Apa Itu Multi-Factor Authentication (MFA)?

Multi-Factor Authentication atau MFA merupakan metode keamanan yang mengharuskan pengguna memberikan dua atau lebih bukti identitas atau hak akses sebelum mereka bisa mengakses akun atau sistem. 

Hal ini berbeda dengan autentikasi tradisional yang hanya bergantung pada kata sandi, yang sering kali mudah ditebak atau dicuri, MFA menggabungkan faktor-faktor seperti kata sandi, perangkat seluler atau biometrik (misalnya sidik jari atau pemindaian wajah).

Menurut definisi dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), MFA dianggap sebagai pendekatan berlapis yang memerlukan kredensial dari dua atau lebih kategori untuk verifikasi identitas. 

Di Indonesia, di mana serangan siber terhadap bisnis meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, MFA menjadi standar industri untuk melindungi data sensitif, terutama data yang berhubungan dengan informasi pribadi, dan aset digital. 

Misalnya dalam sektor keuangan, MFA mencegah akses tidak sah ke akun nasabah, sementara di perusahaan manufaktur, ini melindungi sistem IoT dari infiltrasi. Secara sederhana, MFA bertindak sama seperti kunci ganda pada pintu rumah.

Baca juga: Pendekatan Infrastruktur Jaringan untuk Mitigasi Serangan Siber

Dengan demikian, MFA tidak hanya meningkatkan keamanan, tapi juga memberikan ketenangan pikiran bagi pemilik bisnis, sehingga memungkinkan Anda bisa fokus pada inovasi daripada kekhawatiran akan ancaman serangan data breach.

Cara Kerja MFA dalam Praktik

Meski proses Anda mendapatkan hak akses jadi sedikit lebih panjang, namun cara ini dinilai yang terbaik demi menjaga keamanan data digital Anda dari serangan siber. Cara kerja MFA sendiri relatif sederhana, namun kuat. 

Saat akan login, Anda akan diminta faktor pertama, biasanya kata sandi.  Setelah itu, Anda akan diminta kode OTP (One-Time Password) via SMS, aplikasi autentikator seperti Google Authenticator, atau push notification ke perangkat terdaftar. 

Untuk tingkat lebih tinggi, faktor ketiga bisa berupa biometrik, seperti pemindaian wajah atau sidik jari. Proses ini didukung oleh protokol standar seperti OATH (Open Authentication) untuk menghasilkan kode waktu-berbasis. 

Di sisi server, sistem akan memverifikasi semua faktor sebelum memberikan akses.  Jika salah satu faktor gagal, maka secara otomatis akses ditolak, dan alert dikirim ke admin untuk penyelidikan lebih lanjut tentang serangan siber yang datang. 

Di konteks bisnis, MFA dapat diintegrasikan dengan sistem seperti Active Directory atau cloud services, di mana autentikasi adaptif menyesuaikan level keamanan berdasarkan risiko, misalnya meminta faktor tambahan jika login dari lokasi asing.

Keunggulan MFA terletak pada kemampuan teknologi ini untuk menggabungkan kemudahan dengan keamanan. Pengguna tidak perlu mengingat kata sandi rumit, cukup konfirmasi melalui perangkat pribadi. 

Namun perlu diperhatikan, sebaiknya pilih metode autentikasi yang tahan phishing, seperti autentikator berbasis aplikasi, bukan metode SMS yang masih rawan dengan serangan siber, dan ada kemungkinan bisa dicegat oleh penyerang. 

Baca juga: Lindungi Data Bisnis Anda dengan Keamanan Siber Tingkat Tinggi

Dengan implementasi yang benar, MFA bisa mengubah akses yang sebenarnya sederhana, berubah menjadi benteng pertahanan yang kuat, memastikan data pribadi dan perusahaan Anda tetap aman dari ancaman eksternal maupun internal.

Manfaat MFA untuk Keamanan Bisnis

Meski hanya penambahan ‘kecil’ dengan beberapa proses yang tidak terlalu rumit, namun adopsi MFA bisa membawa banyak manfaat bagi bisnis, terutama dalam mengurangi risiko serangan siber. Beberapa manfaat tersebut diantaranya:

  • MFA secara signifikan menurunkan kemungkinan akses tidak sah, karena meskipun kata sandi bocor, penyerang masih memerlukan faktor kedua. Menurut CISA, MFA membuat akun 99% lebih aman dari serangan. Ini sangat berguna untuk bisnis di Indonesia, di mana phishing menjadi ancaman utama, melindungi dari kerugian finansial akibat data breach.
  • MFA mendukung inisiatif digital seperti remote work, di mana karyawan mengakses sistem dari mana saja tanpa mengorbankan keamanan. MFA memungkinkan respons keamanan yang lebih baik, mengurangi waktu pemulihan dari insiden. 

Selain itu, MFA juga dapat membantu Anda mematuhi regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia, sehingga Anda akan terhindari dari denda dan kerusakan reputasi.

Manfaat lain termasuk peningkatan kepercayaan pelanggan. Misalnya di sektor ritel, MFA dapat membantu perlindungan maksimal selama transaksi online, sementara di manufaktur, teknologi ini dapat mengamankan supply chain digital. 

Baca juga: Cara Mengelola Ancaman Siber untuk Melindungi Aset Digital Anda

Secara keseluruhan, MFA bukan hanya alat keamanan, tapi investasi yang menghemat biaya jangka panjang dengan mencegah kerugian dari cyber attack, memungkinkan bisnis bisa berkembang tanpa khawatir dengan serangan siber.

Implementasi MFA di Lingkungan Bisnis

Mengimplementasikan MFA butuh perencanaan yang matang. Anda bisa memulai audit sistem untuk identifikasi titik akses yang dinilai rentan, seperti email, VPN, atau aplikasi cloud yang menyimpan banyak aset digital penting. 

Jangan lupa untuk memilih provider MFA yang kompatibel dengan infrastruktur yang Anda gunakan, seperti yang mendukung integrasi dengan Microsoft Azure atau Google Workspace, yang sudah umum digunakan banyak bisnis. 

Langkah selanjutnya adalah pelatihan karyawan untuk memahami proses MFA, memastikan adopsi mulus tanpa mengganggu produktivitas. Mulai dari departemen kritis seperti IT dan keuangan, lalu perluas ke seluruh organisasi. 

Gunakan MFA adaptif untuk menyesuaikan level autentikasi berdasarkan konteks, seperti faktor tambahan untuk akses sensitif. Monitor implementasi melalui log aktivitas untuk deteksi anomali dini.

Di Indonesia, bisnis dapat memanfaatkan MFA untuk mendukung kerja hybrid, di mana perangkat pribadi sering digunakan. Pastikan solusi mendukung mobile apps untuk kemudahan, dan backup method untuk kasus kehilangan perangkat. 

Dengan pendekatan bertahap, implementasi MFA jadi proses praktis dan tidak membebani, menghasilkan ROI tinggi melalui pengurangan risiko serangan siber.

Tantangan Implementasi MFA dan Cara Mengatasinya

Meski praktis, implementasi MFA masih punya tantangan seperti resistensi pengguna karena langkah tambahan, atau biaya awal untuk integrasi. Solusinya adalah komunikasi jelas tentang manfaat, seperti pengurangan risiko data breach.

Tantangan lain adalah serangan phishing yang menargetkan MFA, seperti man-in-the-middle. Atasi dengan edukasi karyawan dan penggunaan faktor tahan phishing, seperti hardware keys

Di bisnis kecil, biaya dapat diminimalkan dengan solusi cloud-based yang scalable. Dengan strategi ini, tantangan menjadi peluang untuk memperkuat budaya keamanan, memastikan MFA berfungsi dengan optimal.

Bagi bisnis yang mencari solusi terintegrasi, Lintasarta melalui SQURA Cybersec menawarkan layanan MFA sebagai bagian dari solusi keamanan berlapis, termasuk autentikasi multi-faktor dengan fitur deteksi ancaman real-time, integrasi cloud, dan dukungan 24/7 untuk industri seperti keuangan dan sumber daya. 

Layanan ini memastikan perlindungan akses yang kuat dari serangan siber, lebih adaptif, dan sesuai regulasi di Indonesia, membantu bisnis mengurangi risiko breach secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik tautan ini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!