Dalam beberapa tahun terakhir ancaman keamanan siber semakin kompleks, mulai dari serangan ransomware, pencurian data dan lainnya. Ini tentu sangat berbahaya, terutama bagi bisnis yang baru saja menjalankan transformasi digital.
Untuk mengatasi hal tersebut, banyak perusahaan yang mulai menawarkan sistem keamanan berbasis Artificial Intelligence (AI), yang mampu melakukan monitoring keamanan secara real-time, memungkinkan adanya deteksi dini dan respons otomatis.
Dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning, pemrosesan citra, dan analisis data, sistem ini mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi keamanan di berbagai sektor, seperti perbankan, ritel hingga pemerintahan.
Berikut cara AI merevolusi sistem keamanan digital, terutama untuk fungsi pemantauan secara real-time dan respons otomatis sesuai dengan ancamannya.
- Integrasi Algoritma Machine Learning untuk Deteksi Ancaman
Algoritma machine learning, seperti deep learning, memungkinkan sistem keamanan berbasis AI mengenali pola ancaman dalam jaringan secara real-time, melakukan analisis dan mengambil tindakan secara otomatis.
Dengan melatih model AI pada dataset serangan siber, seperti phishing atau DDoS, sistem dapat mendeteksi anomali dengan akurasi tinggi. Bahkan menurut laporan Accenture, AI sudah mampu meningkatkan deteksi ancaman hingga 50%.
Baca juga: Cloud Security, Strategi Jitu untuk Keamanan Jaringan Anda
Tidak hanya itu, pengintegrasian algoritma AI dengan Intrusion Detection System (IDS) dapat memberikan kemampuan untuk memantau lalu lintas jaringan secara mandiri.
- Pemanfaatan Computer Vision untuk Pengawasan Visual
Computer vision memungkinkan AI untuk menganalisis feed video dari kamera CCTV. Hal ini bermanfaat untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti intrusi fisik atau perilaku anomali yang masuk ke dalam jaringan.
Contohnya, sistem berbasis Convolutional Neural Network (CNN) dapat mengidentifikasi ancaman dengan akurasi tinggi, seperti yang digunakan dalam sistem keamanan desa dengan CCTV terintegrasi.
Hal ini dapat membantu dan bahkan memastikan sistem terkoneksi dengan jaringan yang stabil untuk transmisi data real-time.
- Otomatisasi Respons dengan Sistem Berbasis Cloud
Sistem AI berbasis cloud memungkinkan otomatisasi respons terhadap berbagai ancaman yang menyusup ke dalam jaringan, seperti memblokir IP mencurigakan atau mengisolasi perangkat yang terinfeksi.
Salah satu contohnya seperti SQURA. Layanan sistem keamanan ini hadir dengan teknologi AI untuk mempercepat respons terhadap insiden.
Tidak hanya itu, integrasi dengan platform cloud juga memastikan skalabilitas dan pemrosesan data besar secara efisien. Hal ini sangat penting untuk mendukung monitoring secara real-time di berbagai lokasi.
- Penerapan Enkripsi Data Berbasis AI
Enkripsi data berbasis AI menjadi lapisan penting dalam melindungi informasi sensitif dari akses tidak sah. AI meningkatkan keamanan dengan menghasilkan kunci enkripsi yang sangat kompleks, sehingga sulit ditembus oleh serangan brute-force.
Selain itu, AI dapat mendeteksi upaya dekripsi ilegal melalui analisis pola perilaku, seperti aktivitas tidak wajar pada sistem.
Baca juga: Deteksi Serangan Siber Lebih Cepat Dengan Memanfaatkan SQURA WAF
Untuk keamanan maksimal, sistem enkripsi harus terintegrasi dengan firewall pintar yang menggunakan AI untuk memfilter lalu lintas jaringan dan mendeteksi ancaman seperti malware atau eksfiltrasi data.
- Monitoring Jaringan dengan IoT dan AI
Integrasi Internet of Things (IoT) yang sudah terintegrasi dengan teknologi AI, memungkinkan pemantauan jaringan yang komprehensif di lingkungan dengan banyak perangkat, seperti smart city atau fasilitas industri.
Sensor IoT mengumpulkan data real-time, seperti metrik lalu lintas jaringan, suhu perangkat, atau konsumsi daya, yang kemudian dianalisis oleh algoritma AI untuk mendeteksi anomali, seperti lonjakan lalu lintas akibat serangan DDoS.
Sistem keamanan ini memungkinkan respons yang lebih cepat, seperti melakukan isolasi terhadap perangkat yang bermasalah sebelum ancaman meluas.
Maksimalkan Keamanan dengan Lambda MultiLINK (Metro-E)
Untuk mendukung sistem keamanan berbasis AI, konektivitas jaringan yang andal adalah kunci. Lambda MultiLINK (Metro-E) dari Lintasarta hadir menawarkan solusi jaringan berbasis teknologi Metro Ethernet yang cepat, aman, dan fleksibel.
Dengan kapasitas bandwidth hingga 10 Gbps, layanan ini mendukung transmisi data real-time untuk aplikasi AI dan IoT, memastikan monitoring tanpa latensi.
Lambda MultiLINK memiliki fitur seperti Quality of Service (QoS) dan redundansi jaringan, yang menjamin keandalan. Ini sangat cocok untuk industri yang membutuhkan keamanan tinggi seperti perbankan dan pemerintahan.
Lambda MultiLINK juga dilengkapi keamanan lapisan fisik dan logis, melindungi data sensitif dari ancaman siber. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang Lintasarta Lambda MultiLINK di tautan berikut ini.

