Di era digital seperti sekarang ini, data bukan hanya sebatas informasi biasa, melainkan aset berharga bagi perusahaan yang dapat memberikan nilai, wawasan, dan keunggulan kompetitif, mirip seperti aset fisik lainnya.
Bahkan kini muncul istilah data is the new oil, yang menunjukkan bagaimana data tidak hanya berperan sebagai ‘catatan digital’ biasa, tapi juga aset berharga yang bisa berperan sebagai game changer di tengah persaingan pasar yang begitu ketat.
Namun layaknya minyak yang harus diekstraksi dan diproses untuk bisa dimanfaatkan secara optimal, data pun butuh pengolahan yang tepat agar dapat memberikan wawasan dan keunggulan kompetitif.
Karena memiliki nilai yang sangat tinggi, sudah tentu ancaman siber seperti ransomware, phishing, dan kebocoran data, jadi salah satu hal yang harus diperhitungkan. Salah langkah dalam mengelola keamanan data bisa berakibat fatal bagi stabilitas bisnis.
Baca juga: Tangkal Pencurian Data dengan Cyber Security Canggih Berbasis AI
Dengan kondisi ini, keamanan siber kini jadi kebutuhan strategis untuk melindungi data dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Mengapa Keamanan Siber Penting untuk Bisnis?
Ancaman siber terus berkembang, menyebabkan kerugian finansial, hukum, dan reputasi. Data sensitif seperti informasi pelanggan atau rahasia dagang, sangat rentan dieksploitasi jika tanpa perlindungan memadai.
Penerapan keamanan siber yang kuat memastikan kontinuitas operasional dan melindungi aset digital dari ancaman eksternal maupun internal. Selain itu, regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi, juga mewajibkan perusahaan menerapkan standar keamanan yang ketat.
Selain itu, keamanan siber juga berperan penting dalam mendukung transformasi digital, terutama bagi bisnis yang mengadopsi cloud atau AI memerlukan fondasi perlindungan data yang kokoh agar dapat memaksimalkan manfaat dari perkembangan teknologi digital tanpa mengorbankan keamanan.
Tantangan Keamanan Siber di Era Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman siber terus berkembang dan semakin kompleks. Mereka kini tidak hanya mengeksploitasi kerentanan teknis saja, tetapi juga terus mengembangkan metode untuk memancing terjadinya human error.
Misalnya phishing, yang mengeksploitasi kesalahan manusia, ransomware (seperti LockBit 3.0) yang dapat mengenkripsi data penting, dan DDoS yang melumpuhkan layanan dengan membanjiri lalu lintas jaringan. Semua jenis serangan ini terus berkembang dan semakin ‘berbahaya;.
Baca juga: Cybersecurity Berbasis Teknologi AI untuk Keamanan Data Perusahaan
Selain dari faktor eksternal, tantangan keamanan siber pun muncul dari internal perusahaan, dengan dua faktor utama yang jadi penyebabnya, di antaranya:
- Keterbatasan Sumber Daya
UMKM sering kekurangan tim IT atau anggaran untuk infrastruktur keamanan, menjadikan mereka sebagai target empuk para peretas. Kondisi ini diperparah dengan kesadaran karyawan yang sangat rendah.
Masih banyak karyawan yang tidak bisa membedakan mana email yang aman dan email phishing atau menggunakan kata sandi yang masih sangat lemah.
- Manajemen Data yang Buruk
Tanpa backup rutin atau deteksi dini ancaman keamanan siber, perusahaan sulit pulih dari serangan. Bahkan dalam beberapa kasus, manajemen data yang buruk menyebabkan perusahaan lumpuh total setelah terjadinya serangan siber.
Untuk mengatasi tantangan ini, bisnis membutuhkan pendekatan keamanan siber yang holistik dan proaktif, serta meningkatkan kesadaran pentingnya manajemen data yang baik, untuk mengatasi tantangan ini.
Strategi Membangun Keamanan Siber yang Kuat
Untuk melindungi data bisnis dari ancaman siber yang semakin canggih, perusahaan perlu menerapkan strategi keamanan siber yang terintegrasi.
Dalam hal ini, pendekatan Defense in Depth yang menggabungkan teknologi, proses, dan pelatihan menjadi kunci untuk membangun pertahanan yang tangguh. Berikut adalah lima langkah strategis yang dapat diterapkan:
- Gunakan Teknologi Terkini
Adopsi teknologi mutakhir seperti Next-Generation Firewall (NGFW) dan Web Application Firewall (WAF), sangat penting untuk melindungi infrastruktur digital.
NGFW mengintegrasikan fitur tradisional firewall dengan kemampuan seperti inspeksi paket mendalam, deteksi intrusi, dan analisis perilaku berbasis AI untuk mengidentifikasi ancaman canggih, termasuk serangan zero-day.
Di sisi lain, WAF melindungi aplikasi web dari ancaman seperti SQL injection, cross-site scripting (XSS), dan cross-site request forgery (CSRF) dengan memfilter permintaan HTTP secara spesifik.
Kombinasi ini memungkinkan pemantauan lalu lintas jaringan secara real-time, memastikan hanya data sah yang diizinkan masuk, sehingga mengurangi risiko eksploitasi aplikasi kritis bisnis.
- Terapkan Autentikasi Kuat
Autentikasi yang lemah adalah celah umum yang belakangan ini banyak dieksploitasi peretas. Namun sayang, masih banyak orang yang justru menganggap proses autentikasi tambahan terlalu rumit, sehingga lebih memilih untuk melewatinya.
Padahal autentikasi dua faktor (2FA) atau multi-faktor (MFA) merupakan cara terbaik untuk melindungi data digital Anda. Jika ingin lebih kuat, Anda bisa menambahkan verifikasi tambahan, seperti kode OTP via SMS atau aplikasi autentikator.
Baca juga: Cara Amankan Data Perusahaan dengan Penyimpanan Terenkripsi
Kata sandi juga harus memenuhi standar kompleksitas, dengan minimal 12 karakter yang menggabungkan huruf, angka, dan simbol, serta menghindari informasi pribadi seperti nama atau tanggal lahir.
Kebijakan pergantian kata sandi setiap 90 hari dan penggunaan pengelola kata sandi enterprise dapat meminimalkan risiko kebocoran kredensial.
- Edukasi Karyawan Secara Rutin
Kesalahan manusia merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam pelanggaran keamanan siber, terutama melalui serangan phishing.
Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan rutin karyawan merupakan cara penting yang harus Anda pertimbangkan. Pelatihan ini nantinya mencakup simulasi phishing untuk melatih mereka mengenali email atau tautan mencurigakan.
Program pelatihan juga harus mengajarkan praktik terbaik, seperti tidak menggunakan USB asing atau mengklik tautan dari sumber tak dikenal, menggunakan password yang kuat, dan edukasi tentang pentingnya pembaharuan sistem.
Pembaruan berkala tentang tren ancaman terbaru, seperti spear-phishing atau social engineering juga sangat penting untuk memastikan karyawan tetap waspada, dan mampu mengurangi risiko serangan yang dimulai dari human error.
- Lakukan Backup Rutin
Backup data adalah tulang punggung strategi pemulihan bencana. Maka dari itu, penting untuk melakukan backup data secara berkala, dan data ini sebaiknya dicadangkan secara otomatis ke lingkungan cloud.
Anda juga bisa menggunakan sistem off-site yang terisolasi, seperti hardisk external dan lainnya, atau bisa juga menggunakan enkripsi AES-256. Hal ini dilakukan untuk melindungi integritas data agar tetap aman dari serangan siber.
Baca juga: Trik Mudah Lindungi Aset Digital Perusahaan Dari Ancaman Siber
Anda juga disarankan untuk membuat jadwal backup harian, mingguan, dan bulanan. Semua ini harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, dengan retensi data yang mematuhi regulasi seperti UU PDP.
Ikuti pendekatan 3-2-1 (tiga salinan data, dua media berbeda, satu lokasi off-site) adalah praktik terbaik untuk meminimalkan risiko kehilangan data dan memastikan kontinuitas operasional.
- Pantau Ancaman Secara Real-Time
Security Operation Center (SOC) berbasis cloud atau on-premise memungkinkan pemantauan ancaman 24/7. Dengan alat seperti SIEM (Security Information and Event Management), SOC mampu mengumpulkan dan menganalisis log aktivitas dari server, jaringan dan endpoint.
Dengan cara ini, sistem dapat mendeteksi anomali seperti upaya log in berulang atau lalu lintas jaringan yang mencurigakan, dapat dideteksi secara instan, memicu respons otomatis seperti pemblokiran IP atau isolasi perangkat.
SOC juga dapat diintegrasikan dengan threat intelligence global, sehingga akan memungkinkan sistem ini mengenali pola serangan baru, seperti varian ransomware, sekaligus memastikan respons cepat untuk meminimalkan dampak serangan.
Pendekatan Defense in Depth ini memastikan perlindungan berlapis, sehingga perusahaan dapat membangun sistem keamanan siber yang lebih kuat.
Amankan Bisnis Anda dengan SQURA Cybersec
Keamanan siber tingkat tinggi adalah fondasi untuk melindungi data bisnis dan mendukung transformasi digital. Dengan ancaman siber yang kian canggih, solusi komprehensif menjadi kebutuhan mendesak.
Lintasarta hadir dengan SQURA Cybersec, menawarkan layanan keamanan siber terpadu, mencakup asesmen risiko, konsultasi, managed services, dan pelatihan untuk industri seperti perbankan, kesehatan, dan pemerintahan.
SQURA hadir dengan fitur Security Operation Center (SOC) 24/7, Next-Generation Firewall (NGFW), Web Application Firewall (WAF), dan simulasi serangan realistis melalui SQURA Cybersec Xperience Center.
Mengusung filosofi HEART (Humanized, Empathic, Adaptive, Resourceful, Trustworthy), layanan ini menjamin perlindungan data dengan pencadangan virtual berbasis cloud dan teknologi AI untuk deteksi ancaman cepat.
Untuk informasi lebih lanjut, atau konsultasi tentang layanan keamanan dari Lintasarta, Anda bisa mengikuti tautan berikut ini, dan jangan lupa kunjungi SQURA Cybersec Xperience Center.

