Aplikasi web merupakan jantungan operasional bisnis, mulai dari e-commerce hingga layanan perbankan. Namun, seiring meningkatnya ketergantungan pada aplikasi web, ancaman siber seperti serangan malware dan SQL injection juga semakin canggih.
Menurut data Verizon DBIR 2023, 60% pelanggaran data melibatkan aplikasi web sebagai titik masuk. Untuk menjaga keamanan aplikasi, Web Application Firewall (WAF) jadi solusi penting yang menawarkan perlindungan proaktif dan adaptif.
Apa Itu Web Application Firewall?
Web Application Firewall merupakan lapisan keamanan yang secara khusus dirancang untuk melindungi aplikasi web dari berbagai ancaman siber. Hal ini dilakukan dengan cara memfilter dan memantau lalu lintas HTTP.
Berbeda dengan firewall tradisional yang fokus pada keamanan jaringan, WAF beroperasi pada lapisan aplikasi (Layer 7), menangani ancaman spesifik seperti serangan injeksi atau eksploitasi bug dalam aplikasi.
Tidak hanya itu, WAF modern hadir dengan beberapa peningkatan, termasuk mampu beradaptasi dengan ancaman baru, menjadikannya alat penting untuk menjaga integritas dan ketersediaan aplikasi, dengan beberapa cara, diantaranya:
- Mencegah Serangan Berbasis Injeksi
Serangan injection, seperti SQL injection, merupakan salah satu ancaman keamanan siber yang paling menakutkan. Serangan ini memungkinkan hacker memanipulasi pusat untuk mencuri informasi sensitif atau menyebabkan mengganggu operasional.
Baca juga: Deteksi Serangan Siber Lebih Cepat Dengan Memanfaatkan SQURA WAF
Untuk peran inilah WAF hadir, yang secara khusus mampu melindungi aplikasi web dengan cara memeriksa setiap permintaan HTTP secara mendalam, untuk kemudian mendeteksi pola injeksi berbahaya seperti string perintah SQL yang tidak sah.
Dengan aturan keamanan yang diperbarui secara otomatis dan analisis berbasis machine learning, WAF bahkan dapat mengenali varian serangan baru, seperti injeksi NoSQL.
- Melindungi dari Cross-Site Scripting (XSS)
Cross-Site Scripting (XSS) memungkinkan hacker menyisipkan skrip berbahaya ke dalam halaman web Anda. Kemudian saat aplikasi web tersebut dijalankan di browser pengguna, maka skrip tersebut bisa mencuri data, seperti info login atau cookie.
Untuk mengatasi serangan ini, WAF hadir dengan cara memvalidasi dan membersihkan konten yang dikirimkan melalui formulir, parameter URL, atau input lainnya, sehingga sistem ini dapat mendeteksi skrip berbahaya secara real-time.
Bahkan untuk WAF modern atau versi terbaru, sistem ini dibekali dengan kemampuan untuk mengenali serangan XSS yang disamarkan.
- Memitigasi Serangan DDoS pada Lapisan Aplikasi
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) bertujuan mengganggu ketersediaan layanan dengan membanjiri server dengan permintaan HTTP yang berlebihan, seperti permintaan POST yang kompleks.
WAF mendeteksi pola lalu lintas abnormal, seperti lonjakan permintaan dari bot atau IP tertentu, dan memblokirnya sebelum server kelebihan beban.
Baca juga: Langkah yang Diperlukan Perusahaan untuk Proteksi Keamanan Data dari Serangan DDoS
Dengan adanya fitur tambahan seperti pembatasan laju (rate limiting) dan geo-blocking, WAF bahkan bisa diandalkan untuk mengelola lalu lintas secara efisien, memastikan aplikasi tetap dapat diakses selama serangan.
- Menyediakan Pemantauan dan Analitik Real-Time
Visibilitas terhadap lalu lintas aplikasi merupakan salah satu kunci untuk mendeteksi dan menangani ancaman dengan cepat, baik itu yang disebabkan karena serangan siber, atau karena sebab lainnya yang tidak terduga.
WAF menyediakan pemantauan secara real-time lewat dashboard yang menampilkan metrik seperti jumlah permintaan, jenis serangan dan performa aplikasi. Bahkan untuk memudahkan Anda, sekarang sudah ada fitur baru berupa analitik berbasis AI
Dengan cara ini, pola ancaman baru, seperti serangan zero-day, akan lebih mudah ditangkal dengan cara menganalisis perilaku lalu lintas data.
- Membuat Aturan Keamanan yang Disesuaikan
Setiap aplikasi punya karakter yang unik, seperti jenis data yang diproses atau pola penggunaan. Semua karakteristik tersebut sudah tentu akan membutuhkan pendekatan keamanan yang disesuaikan dengan karakter tersebut.
WAF hadir dengan fitur khusus, memungkinkan Anda melakukan pembuatan aturan keamanan yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik aplikasi.
Dengan antarmuka yang intuitif, WAF dapat memastikan perlindungan optimal tanpa mengorbankan performa aplikasi. Fleksibilitas ini sangat penting untuk bisnis dengan kebutuhan kepatuhan ketat, seperti GDPR atau ISO 27001.
Maksimalkan Keamanan Aplikasi dengan Deka WAF
Untuk mendukung bisnis dalam menjaga keamanan aplikasi web, Lintasarta Cloudeka menghadirkan Deka WAF, solusi Web Application Firewall berbasis cloud yang dirancang khusus untuk melindungi aplikasi web dari berbagai ancaman siber.
Dengan integrasi machine learning dan Signature-based intrusion detection systems (SIDS), layanan ini mampu menangkal berbagai serangan, termasuk SQL injection, Cross-Site Scripting (XSS), hingga Remote File Inclusion (RFI).
Deka WAF menawarkan perlindungan menyeluruh dengan memfilter lalu lintas HTTP untuk memastikan data sensitif aman dari akses yang tidak sah, menyediakan pemantauan dan analitik secara real-time.
Dengan semua keunggulan yang dimilikinya, Deka WAF memungkinkan Anda mengakses keamanan berkualitas terbaik dengan biaya terjangkau. Untuk informasi, kunjungi tautan ini atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.

