Di dunia yang semakin terhubung secara digital, serangan siber tidak lagi dianggap sebagai masalah langka atau hanya menimpa pemain besar. Kini siapapun bisa menjadi target, baik individu, perusahaan kecil, instansi pemerintahan dan lainnya.
Maka dari itu, sistem keamanan siber jadi hal yang sangat penting untuk dimiliki. Tapi harus diingat, jangan sampai hanya ‘sekadar ada’, agar perlindungan lebih optimal, Anda perlu membangun sistem pertahanan siber berlapis atau layered defense.
Dengan kata lain, sistem keamanan yang ada bukan hanya sekadar mendeteksi ancaman, tapi juga mampu merespons secara efektif setiap ancaman yang datang.
Konsep Pertahanan Berlapis
Pertahanan siber berlapis atau layered defense adalah strategi menempatkan berbagai lapisan keamanan yang saling melengkapi satu sama lain, sehingga jika satu lapisan ditembus, maka lapisan lain akan tetap bertahan untuk meminimalkan risiko.
Untuk mendapatkan konsep pertahanan ini, Anda harus menggabungkan teknologi, proses dan aspek manusia secara holistik, dalam sebuah sistem terintegrasi.
Setiap lapisan punya tujuan yang berbeda sesuai kemampuan utamanya, ada yang fokus pada pencegahan (preventive), ada yang khusus mendeteksi (detective), dan ada pula yang menyiapkan respon (respond). Pembagian ini memastikan keamanan berjalan secara menyeluruh dan terstruktur.
Baca juga: Tangkal Pencurian Data dengan Cyber Security Canggih Berbasis AI
Tidak hanya sekedar mencegah sekaligus mengatasi serangan siber, pendekatan berlapis ini menawarkan beberapa manfaat, seperti:
- Redundansi dalam perlindungan, sehingga jika satu lapisan gagal, maka lapisan lain akan mengambil alih menjalankan tugas perlindungan tersebut.
- Resiliensi terhadap serangan kompleks. Strategi ini sesuai dengan ancaman modern yang memakai teknik berlapis (multistage attack).
- Kontrol dan visibilitas yang menyeluruh. Hal ini mencakup sisi jaringan, endpoint, aplikasi, hingga pengguna atau perangkat .
- Peningkatan kecepatan respons dan mitigasi. Hal ini dimungkinkan karena adanya otomatisasi dan alur kerja yang jelas.
- Adaptasi terhadap ancaman baru. Pendekatan ini memudahkan integrasi teknologi baru seperti AI, threat intelligence, dan XDR ke dalam sistem.
Dengan pendekatan ini, Anda tidak hanya bergantung pada satu alat tunggal untuk menjaga keamanan sistem Anda, tapi membangun jaringan pertahanan yang tangguh terhadap berbagai ancaman siber modern.
Implementasi Praktis untuk Bisnis Kecil hingga Besar
Membangun pertahanan berlapis tak harus mahal atau rumit. Anda bisa mulai langkah ini dari audit keamanan dengan mengecek celah dalam jaringan. Agar fleksibel, Anda bisa memilih solusi as a service, tanpa harus membeli perangkat mahal.
Anda juga bisa memanfaatkan inisiatif seperti Cybersec Xperience Center dari Lintasarta, yang membantu edukasi terkait serangan siber dan simulasi implementasi secara bertahap, mulai dari deteksi, pencegahan, dan respons.
Baca juga: Cara Hacker Bobol Data dan Sistem Keamanan, serta Upaya Cybersecurity untuk Antisipasi
Untuk selanjutnya, Anda bisa memilih layanan SQURA, solusi keamanan siber dari Lintasarta yang dirancang untuk memudahkan Anda dalam membangun pertahanan berlapis secara menyeluruh.
Layanan ini hadir dengan beberapa fitur keamanan tingkat tinggi, seperti Managed Security Operations Center (SOC) 24/7, threat intelligence, integrasi NGFW, anti-DDoS, WAF, SASE dan layanan keamanan lain dalam satu ekosistem.
Dengan SQURA, Anda tidak hanya mendapatkan ‘alat’ yang mampu menangani setiap serangan siber, tapi juga dukungan operasional, pemantauan berkelanjutan, respons insiden, dan adaptasi terhadap lanskap ancaman yang terus berkembang.
Nah buat Anda yang tertarik untuk mengintegrasikan layanan keamanan siber ini, atau ingin tahu lebih banyak tentang layanan pendukung transformasi digital perusahaan atau lembaga, Anda bisa klik tautan ini.

