Teknologi blockchain menjelma jadi salah satu inovasi terbesar abad ke-21. Dikenal bersama dengan peningkatan popularitas cryptocurrency, teknologi ini banyak dipuji karena berpotensi dapat merevolusi berbagai industri.
Sejak pertama kali diperkenalkan, blockchain telah menarik perhatian dunia karena kemampuannya yang sangat unik dalam mencatat dan mengelola data dengan cara yang jauh lebih aman, transparan dan efisien.
Namun, di luar fungsi awalnya yang banyak digunakan dalam lalu-lintas mata uang digital, teknologi ini punya keunggulan yang jauh lebih luas, dan sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai teknologi paling potensial untuk masa depan.
Apa Itu Teknologi Blockchain?
Blockchain merupakan sistem pencatatan digital yang dirancang untuk menyimpan data dalam bentuk blok-blok yang saling terhubung secara kronologis. Setiap blok berisi sekumpulan data yang telah diverifikasi menggunakan teknik kriptografi.
Setelah data dicatat dalam blok, informasi tersebut kemudian akan tersimpan menjadi permanen dan tidak dapat diubah tanpa persetujuan mayoritas jaringan. Secara umum, teknologi ini terdiri dari beberapa komponen, diantaranya:
- Blok: Merupakan unit data yang menyimpan transaksi atau informasi lain.
- Rantai (Chain): Menghubungkan setiap blok dengan blok lainnya menggunakan hash, sehingga membentuk struktur berantai.
- Jaringan Terdistribusi: Tidak ada pusat kontrol, semua data disimpan dan dikelola oleh jaringan node yang tersebar.
Baca juga: Menyongsong Industri 5.0: Apa Saja Infrastruktur yang Dibutuhkan
Dengan arsitektur ini, teknologi blockchain menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi teknologi yang sangat revolusioner.
Keunggulan Teknologi Blockchain
Sebagai bagian dari inovasi perkembangan teknologi yang hingga kini masih terus dikembangkan, blockchain banyak dipuji karena kemampuannya dalam mencegah manipulasi data dan mampu mengurangi resiko pencurian atau peretasan.
Selain itu, berikut beberapa keunggulan teknologi blockchain, yang membuatnya sangat layak dijadikan sebagai alternatif lalu-lintas dana digital.
- Keamanan Tingkat Tinggi
Blockchain dirancang untuk memberikan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Data yang dicatat dalam blockchain diamankan dengan algoritma kriptografi dan sifatnya tidak dapat diubah (immutable).
Setiap blok memiliki hash unik yang terhubung dengan hash blok sebelumnya, sehingga mengubah satu blok akan mempengaruhi seluruh rantai.
Karena data disimpan di berbagai node dalam jaringan, serangan terhadap satu node tidak akan cukup untuk mengakses atau memanipulasi data. Hal ini membuat blockchain sangat tahan terhadap serangan siber.
- Transparansi dan Akuntabilitas
Keunggulan utama blockchain adalah transparansi. Dalam blockchain publik, setiap transaksi dapat dilihat oleh semua anggota jaringan. Meski bersifat transparan, identitas pengguna tetap terlindungi berkat penggunaan kunci kriptografi.
Baca juga: Potensi Penerapan AI dan Blockchain dalam Proses KYC
Transparansi ini sangat berguna dalam industri seperti keuangan, di mana akuntabilitas menjadi kunci. Dengan blockchain, semua pihak dapat memverifikasi transaksi secara mandiri tanpa harus bergantung pada perantara.
Dengan keunggulan tersebut, blockchain dipercaya dapat memperkuat kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat, mempermudah audit dan pelacakan data.
- Efisiensi Operasional
Teknologi blockchain dapat menghilangkan kebutuhan akan perantara dalam proses transaksi, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Keunggulan ini tidak hanya mengurangi biaya operasional, tapi juga dapat mempercepat proses transaksi.
Selain itu, teknologi ini pun memiliki sistem otomatisasi seperti smart contracts, yang dapat membantu dalam menyederhanakan berbagai proses bisnis. Peran ini akan semakin powerfull jika dipadukan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Misalnya, dalam transaksi internasional, teknologi blockchain bisa gantikan proses manual yang memakan waktu dengan sistem otomatis yang instan dan lebih murah.
- Desentralisasi
Tidak seperti sistem tradisional yang bergantung pada otoritas pusat, blockchain menggunakan jaringan terdistribusi. Ini berarti data tidak dikelola oleh satu pihak melainkan oleh banyak node dalam jaringan.
Desentralisasi ini memberikan kekuatan yang lebih besar kepada pengguna individu dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.
Dalam konteks keuangan, desentralisasi memungkinkan pengguna untuk mengontrol sepenuhnya aset mereka tanpa intervensi dari bank atau lembaga keuangan lainnya, dan mamu mengurangi risiko monopoli data.
- Ketahanan Data
Karena data disimpan di banyak node dalam jaringan, blockchain memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap kehilangan data. Bahkan jika sebagian besar node mengalami kerusakan, data tersebut masih dapat dipulihkan dari node lain.
Teknologi ini sangat bermanfaat untuk aplikasi yang memerlukan integritas data jangka panjang, seperti pencatatan dokumen hukum atau arsip medis, dan mampu meningkatkan keandalan dalam sistem penyimpanan data.
Baca juga: Sistem Data Center dan Perannya Dalam Transformasi Digital
Keunggulan lainnya, blockchain juga bisa diterapkan di berbagai industri di luar keuangan, mulai dari kesehatan, logistik, hingga pendidikan dan energi.
Tantangan yang Perlu Diatasi
Meski memiliki banyak keunggulan dan sangat menjanjikan untuk merevolusi berbagai industri, adopsi teknologi blockchain bukan tanpa tantangan, bahkan di era digital seperti sekarang ini, dengan keamanan dan transparansi masih jadi isu utama.
Berikut tiga hal utama yang banyak dikeluhkan, dan terus jadi isu utama para ahli, yang terus berupaya menyempurnakan perkembangan teknologi blockchain.
- Sejauh ini kapasitas blockchain masih sangat terbatas, sehingga belum bisa diandalkan untuk menangani volume transaksi besar.
- Masalah regulasi masih jadi hambatan besar. Hingga kini kebijakan yang mendukung adopsi blockchain belum seragam di seluruh dunia.
- Proses konsensus seperti proof-of-work butuh daya komputasi tinggi, sehingga sumber daya yang terbatas masih jadi hambatan.
Namun belakangan ini berbagai inovasi terus dilakukan untuk mengatasi kendala di atas, termasuk pengembangan algoritma konsensus yang lebih efisien dan pendekatan hybrid untuk meningkatkan skalabilitas.
Optimal Digunakan di Industri Keuangan
Dengan memahami keunggulan dan cara kerja blockchain, kita bisa lebih siap memanfaatkan teknologi ini secara optimal, terutama dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, efisien, dan inklusif.
Hal inilah yang membuat teknologi blockchain cukup potensial untuk membantu proses verifikasi identitas pelanggan secara digital, khususnya di industri keuangan.
Sebagai contoh, teknologi ini sangat cocok diterapkan untuk Lintasarta e-KYC, sehingga dapat membantu lembaga keuangan memverifikasi identitas pelanggan secara digital, agar proses verifikasi tersebut bisa lebih aman dan efisien.
Dalam proses verifikasi data, Lintasarta e-KYC hadir dengan memanfaatkan berbagai teknologi, termasuk:
- Optical Character Recognition (OCR): Untuk membaca dan mengekstrak informasi dari dokumen identitas.
- Facial Recognition: Untuk mencocokkan foto identitas dengan foto wajah pelanggan secara real-time.
- Liveness Detection: Untuk memastikan bahwa pelanggan adalah orang yang nyata dan mencegah penipuan biometrik.
- Video Call: Untuk melakukan verifikasi tambahan dengan interaksi langsung.
- Electronic signature: Untuk pemberian tanda tangan secara digital.
Dengan cara ini, Lintasarta e-KYC dapat membantu meningkatkan efisiensi proses verifikasi, mengurangi risiko penipuan identitas, mempercepat proses onboarding pelanggan, dan mengurangi biaya operasional secara signifikan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Lintasarta e-KYC, dan rekomendasi yang lebih spesifik mengenai produk apa saja yang disarankan, Anda bisa langsung menghubungi tim Lintasarta lewat tautan berikut ini.

