...
|
Lintasarta

Khawatir Keamanan Data Perusahaan dari Serangan Siber? Ini Solusinya

Cybersecurity
Khawatir Keamanan Data Perusahaan dari Serangan Siber? Ini Solusinya

Kebocoran data perusahaan bisa jadi mimpi buruk bagi bisnis apa pun. Dampaknya bisa sangat merugikan, mulai dari kerugian finansial, tuntutan hukum, hingga rusaknya reputasi.

Ada banyak serangan siber yang bisa menimbulkan dampak buruk bagi bisnis, mulai dari ransomware, phishing dan serangan insider lainnya. Semua ancaman tersebut semakin canggih, sehingga perlindungan data harus jadi prioritas utama. 

Jika Anda khawatir data perusahaan rentan terhadap kebocoran, berikut lima solusi praktis yang bisa segera diimplementasikan untuk meningkatkan keamanan dalam bisnis Anda.

  • Enkripsi Data di Semua Tingkat

Enkripsi merupakan langkah pertama dan paling krusial untuk melindungi data sensitif dari serangan siber. Maka dari itu, pastikan data dienkripsi baik saat disimpan (data at rest) maupun saat dikirim (data in-transit). 

Teknologi enkripsi data terbaru akan mengacak data sehingga tidak bisa dibaca oleh pihak yang tidak berwenang, bahkan jika data tersebut berhasil dicuri.

Baca juga: Cara Hacker Bobol Data dan Sistem Keamanan, serta Upaya Cybersecurity untuk Antisipasi

Ada banyak pilihan layanan keamanan siber yang sudah dilengkapi dengan fitur enkripsi data, termasuk Lambda SecureLink, SD-WAN (Software-Defined Wide Area Network), Lintasarta Cloudeka dan lainnya. 

  • Batasi Akses dengan Prinsip Least Privilege

Tidak semua karyawan butuh akses ke data-data sensitif. Maka dari itu, terapkan prinsip least privilege (hak akses minimal) untuk memastikan hanya orang yang benar-benar membutuhkan yang bisa mengakses data tertentu. 

Agar perlindungannya lebih maksimal, Anda juga bisa menambah lapisan keamanan saat login dengan fitur Multi-Factor Authentication (MFA). Aktifkan MFA ini di semua akun kritis, mulai dari email perusahaan, sistem payroll, dan lainnya.

Catatan lainnya, pastikan orang yang punya hak akses ke data-data sensitif perusahaan, mendapat edukasi yang cukup tentang bahaya serangan siber.

  • Pelatihan Kesadaran Keamanan untuk Karyawan

Dibandingkan dengan serangan dari luar, menurut laporan dari penelitian IBM, human error seperti kebiasaan meng-klik link phishing atau penggunaan password lemah, merupakan penyebab 95% kebocoran data. 

Maka dari itu, penting untuk memberi edukasi tentang keamanan siber, termasuk melatih karyawan tentang cara mengenali serangan siber, membiasakan memakai password yang kuat, dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

Baca juga: Tangkal Pencurian Data dengan Cyber Security Canggih Berbasis AI

Anda juga bisa mengadakan simulasi phishing, atau memberi panduan praktis tentang cara menyimpan dan berbagi data secara aman.

  • Siapkan Backup Data dan Rencana Pemulihan (Disaster Recovery Plan)

Jika data benar-benar bocor atau terkena serangan ransomware, backup data jadi penyelamat terakhir yang bisa Anda pilih. Maka dari itu, pastikan backup dilakukan secara teratur, disimpan di lokasi terenkripsi dan diuji secara berkala. 

Anda juga bisa menerapkan rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan). Solusi ini harus mencakup langkah-langkah klarifikasi ke pelanggan dan otoritas terkait terkait kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Untuk solusi yang lebih praktis, Anda bisa memanfaatkan layanan Deka Vault yang sudah dilengkapi dengan fitur backup & disaster recovery.

  • Pantau Aktivitas dengan Alat Real-Time Monitoring

Deteksi dini dari kebocoran data merupakan hal yang sangat penting untuk mengurangi dampak kerusakan yang bisa ditimbulkan dari serangan siber, terutama serangan-serangan ‘licik’ seperti phishing dan ransomware

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan alat pemantauan jaringan (network monitoring) dan sistem deteksi intrusi (Intrusion Detection System/IDS) untuk melacak aktivitas mencurigakan secara real-time

Baca juga: Cybersecurity Berbasis Teknologi AI untuk Keamanan Data Perusahaan

Inilah alasan kenapa harus mempertimbangkan layanan SQURA EDR (Endpoint Detection and Response), solusi perlindungan endpoint tingkat lanjut dari Lintasarta. 

Dengan menggunakan analitik perilaku, SQURA EDR mampu untuk memantau aktivitas endpoint dan mendeteksi perilaku anomali secara real-time. Solusi ini juga mampu memberikan perlindungan terhadap serangan fileless dan ancaman berbasis skrip. 

SQURA EDR memberikan visibilitas endpoint yang komprehensif, memungkinkan pemantauan proaktif, resolusi insiden yang lebih cepat, respons real-time dan netralisasi ancaman secara otomatis. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang SQURA EDR, Anda bisa mengetahuinya dengan mengikuti tautan berikut ini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!