...
|
Lintasarta

5 Tantangan Menghadirkan Internet Satelit untuk Daerah Terpencil

Lambda Skylink
5 Tantangan Menghadirkan Internet Satelit untuk Daerah Terpencil

Internet satelit membuka pintu peluang besar bagi daerah terpencil di Indonesia. Bayangkan warga di Rural Area, seperti pulau kecil atau pegunungan bisa belajar online, berbisnis atau berkonsultasi dokter tanpa harus bepergian jauh. 

Namun membawa teknologi ini ke daerah-daerah terpencil atau terisolir, bukanlah hal mudah. Ada beberapa rintangan yang perlu diatasi agar manfaat dari teknologi ini bisa dirasakan semua orang secara maksimal. 

Berikut merupakan lima tantangan utama menghadirkan solusi Internet satelit di Indonesia, dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut agar kesenjangan internet di Indonesia bisa segera teratasi.

  • Medan Geografi yang Sulit

Daerah terpencil sering kali punya bentuk alam yang rumit, seperti pegunungan tinggi, hutan yang tertutup atau lautan luas. Sinyal satelit sulit menembus hambatan ini, membuat penerimaan sinyal menjadi lemah. 

Untuk mengatasinya, teknologi satelit orbit rendah (LEO), bisa menjadi sebuah pilihan. Dengan posisi satelit yang lebih dekat ke bumi, koneksi internet bisa langsung tersedia. 

Dengan cara ini, orang-orang yang berada di tempat terpencil bisa mendapat koneksi internet yang lebih stabil, minim latensi, meski akses mereka susah untuk dicapai. 

  • Latensi atau Keterlambatan Sinyal

Salah satu kelemahan dari Internet satelit adalah latensi atau lambat merespons karena sinyal harus bolak-balik ke angkasa. Kondisi ini membuat video call tersendat, terdapat delay, unduh file lama dan lainnya. 

Tantangan ini akan terasa lebih besar jika Anda tinggal di daerah dengan cuaca buruk, atau daerah yang rawan ganggu sinyal seperti di tengah pulau kecil. 

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Konektivitas di Daerah Terpencil dengan Internet Satelit

Namun sekarang masalah tersebut sudah bisa teratasi dengan baik. Inovasi satelit LEO dapat mengurangi jarak perjalanan sinyal menuju bumi dan sebaliknya, sehingga kecepatan yang didapat bisa mendekati internet kabel atau fiber optic.

  • Regulasi dan Kesadaran Masyarakat

Regulasi untuk Internet satelit di Indonesia melibatkan banyak aturan, seperti perizinan frekuensi radio dan keamanan data. Sering kali, ada ketidakselarasan antara aturan pusat dan daerah, membuat proses lambat. 

Selain itu, keamanan data jadi isu besar, dimana semua hambatan tersebut bisa memperlambat upaya pemerataan internet di Indonesia.

Solusinya, pemerintah dan provider bisa menggelar workshop sederhana untuk memberi informasi tentang internet dan bagaimana cara aman berselancar di dunia maya, sekaligus bagaimana cara mengoptimalkannya agar jadi sumber keuntungan. 

  • Biaya Instalasi dan Langganan yang Tinggi

Biaya awal untuk perangkat antena dan terminal satelit, ditambah langganan bulanan, sering kali memberatkan masyarakat. Hal inilah yang membuat proses adopsi Internet satelit di daerah terpencil sedikit terhambat.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah bisa memberikan subsidi atau program bantuan akses Internet, sebagai bagian dari program pendidikan atau program sosial lainnya, sesuai dengan program pembangunan yang berjalan.

Di sisi lain, belakangan ini banyak juga provider yang menawarkan model berlangganan fleksibel untuk mengurangi beban awal.

  • Kerusakan Infrastruktur Lokal

Di daerah terpencil, infrastruktur lokal seperti antena penerima sinyal satelit mudah rusak karena bencana alam. Banjir, gempa bumi, atau angin kencang sering merusak perangkat ini, membuat koneksi sering terputus secara tiba-tiba. 

Baca juga: Pentingnya Infrastruktur Jaringan untuk Pertumbuhan Bisnis

Namun sekarang masalah tersebut sudah bisa diatasi. Banyak provider yang menyediakan perangkat tahan bencana dengan bahan yang lebih kuat. 

SkyLINK: Solusi Cerdas untuk Pemerataan Internet

Terlepas dari semua tantangan tersebut, pada dasarnya dengan pemilihan teknologi yang tepat, kita bisa atasi semua rintangan tersebut, sekaligus membantu menciptakan Indonesia yang lebih terhubung. 

Untuk itulah Lintasarta hadir dengan layanan Lambda SkyLINK, solusi Internet satelit berbasis Low Earth Orbit (LEO) yang didukung Starlink. Produk ini menawarkan kecepatan download hingga 220 Mbps, cakupan luas ke pulau-pulau terpencil, dan SLA 99%. 

Produk layanan ini sangat cocok digunakan untuk bisnis, pendidikan atau layanan publik di tempat yang sulit dijangkau.

Jangan biarkan jarak dan lokasi terpencil jadi penghalang untuk menikmati kebebasan Internet. Mulailah untuk menghubungkan daerah Anda dengan Lambda SkyLINK. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa klik tautan berikut ini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!