Era digital telah membawa perubahan besar dalam setiap aspek kehidupan, termasuk cara kita bekerja. Di tengah transformasi ini, Artificial Intelligence (AI) hadir sebagai kekuatan pendorong untuk mengubah lanskap pekerjaan secara fundamental.
Bukan lagi sekadar konsep fiksi ilmiah, AI telah menyusup ke berbagai industri, mengotomatiskan tugas-tugas rutin, menganalisis data dengan kecepatan dan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam konteks memahami bagaimana AI membentuk masa depan bisnis, mari simak penjelasan tentang cara AI mengubah cara kita bekerja di era modern
- Otomatisasi Tugas Rutin
Artificial Intelligence punya kemampuan untuk mengotomatisasi tugas repetitif seperti entri data, penjadwalan, dan manajemen inventaris. Bonusnya, teknologi ini akan melakukannya dengan tingkat akurasi yang tinggi, cepat dan meminimalkan risiko kesalahan manusia.
Selain itu, penggunaan teknologi seperti Robotic Process Automation (RPA) memungkinkan perusahaan di sektor perbankan atau logistik memproses ribuan transaksi per hari tanpa adanya human error.
Baca juga: Peran Penting Artificial Intelligence (AI) dalam Pekerjaan Analisis Data
Dengan cara ini, Anda bisa beralih mengerjakan tugas-tugas yang lebih strategis, seperti melakukan analisis pasar dan pengambilan keputusan bisnis.
- Analisis Data yang Lebih Cepat dan Akurat
Artificial Intelligence mampu mengolah big data dan mengidentifikasi pola yang tidak terlihat oleh manusia. Hal inilah yang membuat AI bisa mengenali anomali data, dan melakukan mapping untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan.
Sebagai contoh dalam platform seperti Google Analytics AI dan IBM Watson. Kedua perangkat tersebut mampu mengakses banyak data di internet, untuk kemudian digunakan untuk mendukung prediksi tren pasar secara real-time.
Banyak perusahaan e-commerce juga memanfaatkan AI untuk menganalisis preferensi pelanggan, dan memberikan promo yang dipersonalisasi.
Contohnya Lintasarta Social Relationship Management (SRM), yang memanfaatkan AI untuk menganalisis interaksi pelanggan di media sosial, mengidentifikasi sentimen, dan memetakan preferensi secara real-time.
Dengan SRM, perusahaan dapat merespons kebutuhan pelanggan secara cepat, meningkatkan engagement, dan menciptakan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran berdasarkan data perilaku pelanggan.
- Personalisasi Pengalaman Pelanggan
Di era industri 4.0, persaingan untuk menarik hati pelanggan tidak hanya sebatas menyajikan produk berkualitas tinggi, tapi perusahaan juga harus mampu memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan.
Disinilah teknologi Artificial Intelligence menawarkan perannya dengan menyediakan berbagai layanan yang dipersonalisasi, termasuk Chatbot AI berbasis NLP (Natural Language Processing) untuk memberi pelayanan 24/7.
Baca juga: Sejauh Apa Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pengambilan Keputusan Bisnis Yang Tepat?
Contohnya, Lintasarta menyediakan Chatbot AI bernama TALITA, yang dapat menjawab pertanyaan, menyediakan informasi lengkap dan akurat terkait layanan Lintasarta, serta dapat membantu mengatasi berbagai masalah teknis.
- Kolaborasi yang Lebih Efisien
AI tidak hanya bekerja ‘sendiri’ untuk melayani Anda, tapi juga bisa memfasilitasi kolaborasi yang lebih efisien melalui platform komunikasi berbasis web. Dengan cara ini, tim bisa bekerja sama dengan lebih efektif, terlepas dari lokasi geografis mereka.
Selain itu, AI dapat mentranskripsikan rapat secara otomatis, meringkas poin-poin penting, dan bahkan mengidentifikasi tugas-tugas yang perlu ditindaklanjuti.
Artificial Intelligence juga dapat membantu dalam penjadwalan tugas, alokasi sumber daya, pemantauan kemajuan proyek secara real-time, hingga berperan sebagai alat penerjemahan bahasa ketika Anda harus berkolaborasi dengan tim dari negara lain, misalnya Lintasarta Meeting AI.
- Peningkatan Keamanan Siber
Di era digital, keamanan siber menjadi prioritas utama. AI berperan penting dalam mendeteksi dan mencegah ancaman siber secara real-time, melindungi data sensitif, dan menjaga kelangsungan operasional.
Salah satu penerapan Artificial Intelligence dalam keamanan siber adalah Web Application Firewall (WAF), yang mampu menganalisis lalu lintas web dan mengidentifikasi potensi ancaman dengan lebih akurat.
Baca juga: Solusi Keamanan Siber Yang Sangat Penting Dimiliki Perusahaan
Untuk solusi perlindungan aplikasi web yang lebih canggih dan teruji, Anda juga bisa memilih solusi SQURA WAF dari Lintasarta, yang dirancang untuk melindungi aplikasi web dari berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.
Berbeda dengan firewall konvensional, layanan diperkuat dengan teknologi AI untuk menganalisis lalu lintas web secara real-time, serta mendeteksi serangan siber dengan lebih cepat dan akurasi yang tinggi.
Dengan SQURA WAF, dapat dipastikan aplikasi web benar-benar terlindungi dari ancaman siber, sehingga Anda bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis. Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan ini, klik tautan berikut ini.

