...
|
Lintasarta

Apa Itu Downtime Produksi dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Deka Vault
Apa Itu Downtime Produksi dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Efisiensi produksi merupakan kunci utama perusahaan untuk bisa mempertahankan daya saing. Namun, ada satu masalah yang sering mengganggu kelancaran operasional, dia adalah downtime produksi

Downtime tidak hanya sekedar menghentikan jalannya mesin dan seluruh proses produksi, tapi juga bisa berdampak signifikan pada keuangan, reputasi, dan produktivitas perusahaan. 

Apa sebenarnya downtime produksi, apa dampaknya bagi industri, dan bagaimana cara menghindarinya? Kita bahas yuk!

Pengertian Downtime Produksi dan Dampaknya Bagi Industri

Downtime produksi merupakan sebuah periode yang terjadi ketika mesin, peralatan, atau lini produksi berhenti beroperasi. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari pemeriksaan rutin, kerusakan mesin, kekurangan bahan baku, hingga kesalahan manusia. 

Secara garis besar, downtime terbagi menjadi dua jenis, yakni:  

  • Planned Downtime: Penghentian yang direncanakan, seperti perawatan rutin atau pergantian shift.  
  • Unplanned Downtime: Penghentian mendadak akibat masalah teknis, seperti mesin rusak atau pemadaman listrik.  

Terlepas dari jenisnya (terutama untuk yang tidak terencana), downtime punya konsekuensi yang cukup serius bagi industri, beberapa diantaranya adalah:  

  • Penurunan Reputasi: Ketidakmampuan memenuhi tenggat waktu proses pengerjaan dapat merusak kepercayaan pelanggan.  
  • Pemborosan Sumber Daya: Tenaga kerja dan fasilitas produksi menjadi tidak produktif selama downtime.  
  • Biaya Perbaikan: Kerusakan mesin yang parah memerlukan biaya perbaikan atau penggantian yang tinggi.  

Baca juga: Lindungi Data Penting Bisnis Anda Dengan Fitur Backup & Disaster Recovery

Selain itu, setiap menit mesin berhenti akibat downtime, perusahaan akan kehilangan pendapatan. Menurut studi Aberdeen Group, downtime tidak terencana bisa menelan biaya hingga USD 260 Ribu per jam bagi industri manufaktur besar.  

Cara Menghindari Downtime Produksi

Downtime produksi merupakan mimpi buruk bagi setiap pelaku bisnis, terutama untuk downtime yang tidak terencana. Hal ini tidak hanya mengganggu kelancaran operasional tetapi juga berdampak signifikan pada kerugian finansial. 

Untuk mengatasi hal tersebut, berikut lima strategi efektif yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko terhentinya produksi.

  • Lakukan Pemeliharaan Berkala dan Prediktif

Pemeliharaan mesin dan peralatan produksi merupakan kunci utama mencegah kerusakan mendadak. Daripada menunggu mesin rusak, sebaiknya terapkan jadwal pemeliharaan berkala dan pemeliharaan prediktif.

Untuk pemeliharaan berkala atau preventive maintenance, Anda bisa melakukannya dengan cara inspeksi rutin, penggantian suku cadang, dan pelumasan sesuai rekomendasi produsen. Contoh: Mengecek kondisi conveyor belt setiap bulan.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Menggunakan Sistem Automasi

Sementara untuk pemeliharaan prediktif atau predictive maintenance, Anda bisa memanfaatkan teknologi seperti sensor IoT untuk memantau kinerja mesin secara real-time, mulai dari suhu, getaran, atau tingkat konsumsi energi.

  • Tingkatkan Kompetensi Karyawan melalui Pelatihan

Kesalahan manusia atau human error sering jadi penyebab utama terhentinya produksi. Kurangnya pemahaman karyawan dalam mengoperasikan mesin atau prosedur darurat dapat memperparah situasi.

Untuk mencegahnya, investasi dalam pelatihan karyawan merupakan solusi jangka panjang yang bisa diambil. Untuk melakukannya, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini: 

  • Workshop penggunaan mesin sesuai standar keamanan.
  • Sertifikasi keterampilan teknis untuk tim maintenance.
  • Simulasi penanganan situasi darurat (misalnya, pemadaman listrik atau kebocoran bahan kimia).

Baca juga: Cara Meningkatkan Produktivitas Tim Dengan Memanfaatkan Teknologi AI

Sebagai contoh, sebuah perusahaan di sektor Food and Beverage (F&B) menerapkan program latihan bulanan untuk memastikan karyawan memahami SOP (Standar Operasional Prosedur) terbaru, demi meminimalisir kesalahan layanan.

  • Manfaatkan Teknologi Otomasi dan Monitoring

Teknologi modern seperti IoT (Internet of Things), AI (Artificial Intelligence), dan sistem otomasi mampu mengurangi ketergantungan perusahaan pada tenaga manusia, sekaligus mampu meningkatkan akurasi produksi.

Misalnya, Sensor IoT digunakan untuk memonitor kondisi mesin 24/7, dan mengirim notifikasi jika terjadi anomali. Sedangkan robot atau software, bisa digunakan untuk menangani tugas repetitif, seperti packaging atau quality control.

Dengan pendekatan ini, potensi downtime bisa diantisipasi. Beberapa studi menyebut, perusahaan yang sudah mengintegrasikan sistem bisnisnya dengan perangkat berbasis AI dan IoT, berhasil mengurangi downtime produksi hingga 30%.

  • Optimalkan Manajemen Inventaris

Keterlambatan pasokan bahan baku atau kehabisan suku cadang, merupakan salah satu dari penyebab produksi terhenti. Untuk menghindarinya, Anda bisa menerapkan sistem manajemen inventaris yang efektif:

Ada beberapa hal catatan penting yang harus Anda perhatikan untuk mengoptimalkan manajemen inventaris, beberapa diantaranya adalah:

  • Safety Stock: Sediakan persediaan cadangan untuk bahan kritis.
  • Just-in-Time (JIT): Kolaborasi dengan supplier terpercaya untuk pengiriman tepat waktu, mengurangi risiko menumpuknya stok.
  • Software Manajemen: Gunakan tools seperti ERP (Enterprise Resource Planning) untuk memantau stok secara real-time.

Baca juga: Teknologi Informasi dan Digitalisasi Pengawasan Real-Time Dalam Industri Sumber Daya

Dengan cara ini, perusahaan bisa memangkas downtime akibat masalah suplai dan menggunakan sistem manajemen inventaris yang efektif untuk membangun hubungan strategis dengan multiple supplier.

  • Siapkan Rencana Kontingensi yang Matang

Meskipun semua langkah pencegahan telah dilakukan, faktor eksternal seperti bencana alam, pemadaman listrik, atau gangguan jaringan tetap bisa terjadi. Untuk itu, setiap bisnis perlu memiliki rencana kontingensi (business continuity plan).

Langkah penyusunan ini meliputi:

  • Identifikasi risiko potensial (misalnya, gempa bumi atau serangan siber).
  • Simulasi skenario terburuk dan tentukan langkah mitigasi.
  • Siapkan backup resources, seperti genset, server cadangan, atau alternatif lokasi produksi.

Ingatlah, downtime produksi tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Tapi dengan menggunakan strategi yang tepat, dan beberapa langkah pencegahan di atas, risiko terhentinya produksi bisa diminimalisir. 

Selain itu, investasi dalam pencegahan downtime tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menjaga reputasi bisnis dan kepuasan pelanggan dalam jangka panjang.

Deka Vault Bisa Bantu Turunkan Resiko Downtime

Sebagai penyedia solusi TI terpercaya, Lintasarta memahami betul kerugian dan dampak buruk yang disebabkan downtime produksi. Maka dari itu, sekarang ada Deka Vault by Lintasarta, solusi backup & disaster recovery berbasis cloud.

Baca juga: Manfaat Disaster Recovery Center (DRC) dan Pentingnya Bagi Sebuah Bisnis

Deka Vault merupakan layanan cloud yang dirancang untuk melindungi data dan aplikasi penting dari berbagai risiko, mulai dari human error, kerusakan perangkat keras, hingga bencana alam. 

Selain itu, berikut beberapa alasan kenapa Anda harus mempertimbangkan layanan Deka Vault by Lintasarta:

  • Keamanan Terjamin: Data Anda dienkripsi dan disimpan di pusat data Lintasarta yang aman dan canggih.
  • Fleksibilitas Tinggi: Deka Vault by Lintasarta dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, baik skala kecil maupun besar.
  • Pemulihan Cepat: Proses pemulihan data dan aplikasi dapat dilakukan dengan cepat, meminimalkan downtime produksi.
  • Biaya Efisien: Deka Vault menawarkan solusi yang hemat biaya dibandingkan dengan membangun infrastruktur backup dan disaster recovery sendiri.
  • Dukungan Profesional: Tim ahli Lintasarta siap membantu Anda dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga implementasi dan pemeliharaan.

Dengan menggunakan Deka Vault by Lintasarta, Anda bisa dengan mudah mencadangkan data secara teratur, mereplikasinya ke lokasi yang aman, dan mencegah terjadinya downtime akibat kegagalan sistem atau hilangnya data.

Nah untuk lebih tahun tentang Deka Vault by Lintasarta, atau Anda tertarik menggunakan layanan ini, segera hubungi tim kami lewat tautan berikut ini

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!