...
|
Lintasarta

5 Tantangan di Era Modern Yang Harus Dihadapi Layanan Jasa Keuangan

Cara Industri Kesehatan Beradaptasi Lebih Cepat di Era Digital

Di era digital seperti sekarang ini, layanan jasa keuangan seperti bank, asuransi, fintech dan lembaga keuangan lainnya, memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal transaksi keuangan, investasi dan bisnis. 

Namun dengan kemajuan teknologi juga, muncul berbagai jenis tantangan baru yang harus dihadapi. Mereka dituntut untuk berubah agar tetap relevan dan kompetitif . 

Selain itu, perubahan perilaku konsumen, regulasi yang berkembang, teknologi baru, hingga meningkatnya ekspektasi keamanan jadi bagian dari tantangan yang harus dijawab. Tanpa kesiapan yang matang, lembaga keuangan bisa kalah bersaing.

Berikut merupakan lima tantangan yang harus dihadapi layanan jasa keuangan di Indonesia, dalam menghadapi transformasi digital.

  • Kepatuhan Regulasi yang Terus Berkembang

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, regulasi di sektor keuangan juga terus beradaptasi untuk memastikan keamanan dan kepatuhan. Perubahan ini mencakup berbagai aspek penting seperti digital banking, sistem pembayaran digital, penerapan fraud detection system (FDS) dan anti-money laundering (AML), serta perlindungan data pribadi melalui proses electronic Know Your Customer (eKYC) dan electronic Know Your Business (eKYB). Penerapan regulasi ini menjadi kunci dalam menjaga integritas ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Industri Keuangan Ingin Jalankan Transformasi Digital

Kondisi ini membuat lembaga keuangan harus selalu memperbarui kebijakan internal agar sesuai peraturan yang berlaku dari lembaga-lembaga yang memberikan regulasi, seperti Bank Indonesia, OJK, atau regulator terkait lainnya.

Kepatuhan regulasi bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kepercayaan masyarakat dan keamanan operasi. Untuk itu, strategi kepatuhan harus didukung sistem manajemen risiko, audit internal, dan pelaporan yang transparan. 

Untuk menghadapi kompleksitas regulasi di era digital, salah satu langkah penting adalah penggunaan compliance management system yang mampu melakukan monitoring transaksi secara otomatis, mendeteksi aktivitas mencurigakan, serta menghasilkan laporan kepatuhan reguler sesuai standar otoritas keuangan. Penerapan teknologi ini tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kepercayaan dalam ekosistem keuangan digital.

  • Keamanan Siber dan Perlindungan Data

Layanan keuangan menangani data sensitif, seperti identitas nasabah, catatan transaksi, data keuangan pribadi, dan data kredit. Dengan kondisi ini, risiko keamanan siber seperti serangan hacking, phishing, malware, ransomware menjadi ancaman nyata. 

Ini belum termasuk regulasi perlindungan data pribadi di Indonesia (seperti UU Perlindungan Data Pribadi) menambah kewajiban hukum bagi lembaga keuangan untuk menjaga kerahasiaan dan integritas data.

Untuk menangkalnya, institusi keuangan perlu mengadopsi sistem keamanan berlapis, penggunaan enkripsi, kontrol akses ketat, audit log, serta menerapkan sistem yang mampu memonitor ancaman secara real-time

Teknologi seperti firewalls generasi terbaru (NGFW), sistem deteksi dan respons (IDS/IPS), serta threat intelligence, penting untuk diintegrasikan ke dalam sistem, demi membangun kepercayaan nasabah dan mematuhi regulasi yang berlaku.

  • Infrastruktur Teknologi dan Konektivitas

Untuk menjalankan transformasi digital yang kuat, layanan jasa keuangan harus menyediakan infrastruktur teknologi yang kuat, seperti jaringan, data center, cloud, system backend, dan aplikasi frontend

Dalam hal ini, konektivitas yang stabil dan bandwidth yang memadai, jadi salah satu hal yang sangat penting, terutama untuk menunjang kinerja layanan online yang jadi pondasi utama, seperti mobile banking dan transaksi real time.

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Proses Keuangan dengan Solusi Teknologi Cerdas

Di beberapa daerah terpencil, tantangan koneksi dan latensi bisa menghambat adopsi layanan digital. Selain itu, sistem lama (legacy) yang belum diperbarui bisa menjadi hambatan dalam menangani volume transaksi dan beban pengguna yang meningkat. 

Untuk itu, lembaga keuangan perlu menginvestasikan infrastruktur modern, termasuk cloud, GPU computing, dan infrastruktur keamanan, agar sistem mampu menangani lonjakan beban, menjaga kinerja, dan menjaga pengalaman pengguna tetap lancar.

  • Analitik Data & Pengalaman Nasabah

Saat ini hampir semua orang sudah terhubung ke Internet. Hal inilah yang kini mulai menggeser pola transaksi perbankan, dimana nasabah modern mengharapkan, atau bahkan menuntut layanan yang lebih cepat, personal, dan responsif. 

Untuk itu, penggunaan data analytics dan AI sangat penting untuk memahami perilaku nasabah, memprediksi kebutuhan, menawarkan produk yang sesuai, serta memberikan pengalaman pengguna yang lebih efisien di semua kanal (mobile, web, layanan offline).

Selain pengumpulan data, layanan jasa keuangan juga harus memperhatikan kualitas data, validitas, dan integrasi antar sistem. Kesalahan data atau fragmentasi sistem bisa menimbulkan pengalaman buruk, seperti transaksi tidak sinkron dan lainnya. 

Maka dari itu, lembaga perlu membangun sistem manajemen data terpadu, analitik real-time, dan terus melakukan pemantauan KPI pengalaman pelanggan demi terciptanya pengalaman pelanggan yang positif.

  • Tenaga Ahli dan Budaya Organisasi

Teknologi canggih harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan mindset digital. Namun banyak lembaga keuangan menghadapi kekurangan tenaga spesialis di bidang AI, cybersecurity, data analysis, devops, dan cloud engineering

Selain itu, masalah lainnya yang masih sering muncul berkaitan dengan SDM di perusahaan layanan jasa keuangan adalah, budaya organisasi yang konservatif atau takut gagal. Akumulasi dari semua itu bisa sangat menghambat inovasi.

Maka dari itu, perusahaan perlu melakukan pelatihan rutin, rekrutmen talenta digital, kolaborasi dengan mitra luar atau institusi pendidikan, dan membentuk budaya yang mendukung eksperimen dan pembelajaran. 

Baca juga: Cara Infrastruktur Cloud Membantu Perkembangan Industri Keuangan

Dengan SDM yang siap dan memahami tugasnya dengan baik, maka perusahaan layanan jasa keuangan tersebut akan lebih tangguh dalam menghadapi perubahan dan lebih cepat dalam merespons tantangan.

Strategi Umum untuk Menghadapi Tantangan

Era modern memang membawa banyak tantangan. Namun dengan persiapan strategi digital yang matang perusahaan layanan jasa keuangan dapat berubah menjadi lebih tangguh dan unggul, dan siap menghadapi seluruh tantangan tersebut.

Berikut merupakan strategi umum yang bisa Anda adopsi untuk menghadapi tantangan di era digital yang semakin cepat dan kompleks.

  • Mengintegrasikan solusi keamanan terbaru dan threat intelligence untuk menjamin keamanan dari serangan siber.
  • Memanfaatkan cloud dan solusi infrastruktur fleksibel untuk skalabilitas, sehingga Anda lebih siap dalam menerima fluktuasi data.
  • Melakukan audit internal secara reguler, dan dan pastikan untuk selalu update kepatuhan terhadap regulasi terbaru.
  • Sangat disarankan untuk membangun sistem data yang terintegrasi dan pastikan untuk selalu mengutamakan pengalaman nasabah.
  • Jangan lupa untuk selalu menanamkan budaya digital dan meningkatkan literasi teknologi di seluruh level organisasi.

Selain dengan cara-cara tersebut, Anda sangat disarankan untuk bekerjasama dengan layanan pihak ketiga, seperti Lintasarta yang menyediakan portofolio lengkap mengenai Financial Industry Solution.

Layanan ini dirancang untuk membantu lembaga dan perusahaan jasa keuangan dalam menghadapi tantangan transformasi digital di era modern. Melalui produk unggulan seperti Lintasarta AI Financial Document Analyzer, solusi ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem electronic Know Your Business (eKYB), tetapi juga mampu melakukan analisis dokumen finansial secara otomatis, efisien, dan akurat.

Dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sistem ini memastikan proses verifikasi dan analisis berjalan sesuai parameter serta regulasi perbankan di Indonesia, sehingga meningkatkan kepatuhan, efisiensi operasional, dan kepercayaan pelanggan.

Baca juga: Bagaimana Transformasi Digital Digunakan di Sektor Keuangan?

Selain itu, Lintasarta juga menghadirkan beragam produk unggulan berbasis kecerdasan buatan yang mendukung transformasi digital di sektor keuangan dan asuransi. Beberapa di antaranya adalah AI Car Inspection Analyzer, solusi otomasi untuk perusahaan car insurance dalam proses klaim dan penilaian kerusakan kendaraan.

AI Fraud Detection System, yang berfungsi sebagai lapisan keamanan untuk mencegah pencucian uang dan transaksi mencurigakan, layanan e-Channel Internet & Mobile Banking yang berfungsi sebagai modular cash management, Third Party Card Management (TPCM) dengan keamanan tinggi dan biaya yang efisien, serta eKYC solution untuk verifikasi identitas digital dengan fitur unggulan seperti OCR, face recognition, dan liveness detection guna memastikan validitas dan keaslian pengguna secara real-time.

Semua itu hadir untuk membantu perusahaan layanan jasa keuangan mengatasi tantangan keamanan, compliance, digital transformation, data management, dan persaingan di era digital dengan cara yang lebih efisien dan aman.

Nah buat Anda yang ingin tahu bagaimana solusi dari Lintasarta ini bisa menyederhanakan operasi keuangan di perusahaan Anda, klik disini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!