...
|
Lintasarta

Seperti Apa Masa Depan Hybrid Cloud dan Edge Computing di Indonesia

Seperti Apa Masa Depan Hybrid Cloud dan Edge Computing di Indonesia

Di tengah percepatan transformasi digital, hybrid cloud dan edge computing muncul sebagai pilar utama untuk mendukung inovasi di Indonesia. 

Menurut CNBC, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai Rp 4.500 triliun di 2025, kedua teknologi ini menjanjikan efisiensi, keamanan, dan skalabilitas yang lebih baik bagi bisnis dan pemerintahan. 

Hybrid cloud menggabungkan keunggulan cloud publik dan privat, sementara edge computing memproses data lebih dekat dengan sumbernya untuk mengurangi latensi. 

Apa Itu Cloud Hybrid?

Hybrid cloud adalah model yang mengintegrasikan infrastruktur cloud publik, dengan cloud privat atau on-premise. Ini memungkinkan perusahaan mengelola data sensitif secara internal sambil memanfaatkan sumber daya eksternal untuk skalabilitas. 

Keunggulan utama dari teknologi ini sebenarnya terletak pada fleksibilitas yang dimilikinya, dimana bisnis dapat memindahkan beban kerja antar lingkungan tanpa gangguan, menghindari vendor lock-in, dan mengoptimalkan biaya. 

Baca juga: Menyongsong Industri 5.0: Apa Saja Infrastruktur yang Dibutuhkan

Di Indonesia, di mana regulasi data sovereignty semakin ketat, hybrid cloud menjadi solusi ideal untuk menjaga kepatuhan sambil mendukung pertumbuhan cepat.

Apa Itu Edge Computing?

Edge computing membawa pemrosesan data ke ‘tepi’ jaringan, seperti server lokal, daripada mengirim semuanya ke pusat data. 

Hal ini dapat membantu mengurangi latensi hingga 50-100 milidetik, krusial untuk aplikasi real-time seperti kendaraan otonom atau pemantauan kesehatan. Dengan edge computing, Anda dapat menganalisis data secara instan, meningkatkan efisiensi dan keamanan. 

Di negara dengan kondisi geografis seperti Indonesia, edge computing membantu mengatasi tantangan jarak, memungkinkan konektivitas andal di wilayah terpencil tanpa bergantung sepenuhnya pada cloud sentral.

Tren Masa Depan di Indonesia

Pada 2025, adopsi hybrid cloud di Indonesia diprediksi mencapai 75%, didorong oleh permintaan sektor publik dan swasta untuk model hibrida yang menggabungkan cloud publik dengan infrastruktur on-premise

Tren ini diprediksi akan semakin kuat dengan integrasi multi-cloud untuk fleksibilitas dan performa optimal. Sementara itu, edge computing akan berkembang pesat di Asia-Pasifik, seiring prioritas pada AI privat, cybersecurity, dan hybrid multi-cloud

Baca juga: Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan Mengoptimalkan Solusi Cloud

Inovasi cloud juga akan tertanam dengan generative AI, mempercepat transformasi digital di sektor keuangan, energi dan manufaktur, menciptakan ekosistem komputasi lengkap dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Integrasi dengan AI dan Peluang Bisnis

Masa depan hybrid cloud dan edge computing tak terpisahkan dari AI. Di Indonesia, integrasi ini akan mendorong sovereign AI, yang memungkinkan pengembangan model AI yang berlokasi di localhost, dengan data nasional. 

Anda dapat memanfaatkan edge computing untuk analisis prediktif di lapangan, sementara hybrid cloud dapat digunakan untuk menangani pelatihan AI dalam skala besar, membantu mengurangi efektivitas biaya dan meningkatkan inovasi.

Untuk mewujudkan semua peluang tersebut, Lintasarta melalui Deka GPU menawarkan solusi GPU cloud berbasis NVIDIA H100 dan L40S, yang sangat ideal untuk menunjang beban kerja AI di lingkungan hybrid dan edge computing

Dengan fitur virtualisasi, akses jarak jauh, dan dukungan sovereign AI, Deka GPU memungkinkan efisiensi tinggi untuk sektor keuangan, energi, dan pemerintahan, termasuk pelatihan model ML dalam Kubernetes

Untuk eksplorasi lebih lanjut tentang hybrid cloud dan edge computing, jangan lupa kunjungi situs Lintasarta atau klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut tentang produk-produk penunjang transformasi digital perusahaan Anda.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!