...
|
Lintasarta

Transformasi Digital untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Efisien

Owlexa
Lintasarta Owlexa

Transformasi digital kini sudah menyentuh berbagai lini industri, termasuk kesehatan. Manfaat transformasi digital di industri kesehatan mencakup peningkatan akses dan kualitas layanan di antaranya melalui  telemedis , rekam medis elektronik , efisiensi oprasional dan administrasi serta manajemen data yang lebih baik atau integrasi data yang mendukung pelayanan dan pengambilan keputusan yang lebih baik .

Tantangan Pelayanan Kesehatan di Era Modern

Sektor kesehatan seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan yang menghambat efisiensi kerja. Salah satunya adalah pengelolaan data pasien, dimana kebanyakan fasilitas kesehatan masih menggunakan data manual dan terfragmentasi. 

Kondisi ini menyebabkan koordinasi antar fasilitas menjadi sulit dan rawan kesalahan. Hal ini tidak hanya memperlambat proses diagnosis dan pengobatan, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan medis. 

Selain itu, kondisi ini bisa menyebabkan biaya operasional menjadi tinggi dan jadi beban bagi fasilitas kesehatan tersebut, baik bagi rumah sakit maupun klinik. 

Penggunaan kertas untuk rekam medis, inventaris yang tidak terintegrasi, dan kurangnya akses layanan jarak jauh membuat pelayanan kesehatan kurang efisien, terutama di daerah pedesaan. 

Baca juga: Transformasi Digital 2025: Apa yang Perlu Dipersiapkan Pelaku Industri?

Bagaimanapun juga tantangan ini menuntut perubahan mendasar, di mana teknologi dapat menjadi katalisator untuk fokus pada perbaikan.

Pengertian Transformasi Digital di Sektor Kesehatan

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan merujuk pada penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengoptimalkan proses operasional, pengelolaan data, dan interaksi antara pasien dengan penyedia layanan. 

Ini melibatkan transisi dari sistem manual ke platform digital yang terintegrasi, seperti penggunaan rekam medis elektronik (Electronic Medical Records atau EMR) dan fasilitas telemedicine untuk memudahkan pasien mendapatkan layanan kesehatan.

Secara sederhana, transformasi ini bertujuan untuk membuat pelayanan kesehatan lebih cepat, akurat, dan inklusif. 

Di Indonesia, transformasi digital ini didukung oleh regulasi seperti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2022 yang mewajibkan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di semua fasilitas kesehatan. 

Transformasi digital bukan hanya tentang adopsi alat baru, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang aman dan terhubung, memastikan data pasien terlindungi sambil memfasilitasi kolaborasi antar lembaga.

Manfaat Transformasi Digital bagi Pelayanan Kesehatan

Adopsi transformasi digital membawa banyak manfaat yang positif. Pertama, efisiensi operasional yang akan mengalami peningkatan secara signifikan. 

Dengan sistem digital, proses administrasi seperti pendaftaran pasien, pengelolaan inventaris obat, dan pelaporan keuangan menjadi otomatis. Kemudahan ini mampu mengurangi waktu tunggu dan human error secara signifikan. 

Baca juga: Transformasi Digital: Langkah Awal Meningkatkan Efisiensi Operasional

Misalnya, integrasi data pasien dengan sistem digital, memungkinkan dokter mengakses riwayat medis secara real-time, sehingga diagnosis bisa dilakukan dengan lebih cepat, tepat dan akurat.

Kedua, transformasi digital ini membuat aksesibilitas layanan kesehatan menjadi lebih luas. Misalnya telemedicine, dimana layanan ini memungkinkan pasien melakukan konsultasi jarak jauh. Hal ini sangat berguna bagi pasien di wilayah terpencil. 

Ini tidak hanya menghemat biaya transportasi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. 

Selain itu, transformasi digital membantu mengoptimalkan biaya melalui deteksi dini potensi kasus mencurigakan, seperti penipuan klaim asuransi, menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Ketiga, kualitas layanan secara keseluruhan meningkat. Dengan data yang terintegrasi, fasilitas kesehatan dapat melakukan analisis prediktif untuk memprediksi tren penyakit atau kebutuhan sumber daya. 

Hasilnya, pelayanan menjadi lebih proaktif, mengurangi beban rumah sakit dan meningkatkan kepuasan pasien. Secara keseluruhan, manfaat ini menciptakan sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah Praktis untuk Implementasi Transformasi Digital

Untuk menerapkan transformasi digital di sektor kesehatan, diperlukan langkah strategis yang terarah dan berkesinambungan. Hal ini dimulai dari fasilitas kesehatan harus melakukan asesmen kebutuhan teknologi. 

Ini mencakup evaluasi ketersediaan infrastruktur IT, mulai dari server, jaringan yang stabil, dan keamanan data yang terjamin. Semua itu nantinya digunakan untuk memastikan kompatibilitas dengan solusi digital seperti SIMRS atau telemedicine

Kolaborasi dengan penyedia solusi teknologi terpercaya juga dibutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan fasilitas penunjang tersebut.

Kedua, sangat krusial untuk terus konsisten melakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan staf administrasi. Bagaimanapun juga, transformasi digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan budaya kerja. 

Baca juga: Transformasi Digital: Mengintegrasikan Teknologi Cloud ke Dalam Bisnis

Pelatihan yang komprehensif memastikan bahwa staf mampu menggunakan sistem baru dengan efektif, mulai dari pengelolaan EMR, pelaporan berbasis cloud, hingga  aspek keamanan siber untuk melindungi data pasien.

Ketiga, penting untuk memastikan integrasi dengan sistem nasional, seperti platform BPJS Kesehatan. Integrasi ini memungkinkan pertukaran data yang mulus antar fasilitas, dan mendukung koordinasi perawatan yang lebih baik. 

Selain itu, adopsi teknologi seperti AI dan analitik data juga dapat dimulai dari skala kecil, misalnya untuk analisis klaim atau prediksi kebutuhan obat, sebelum akhirnya nanti diperluas ke seluruh operasi fasilitas kesehatan tersebut.

Keempat, keterlibatan pasien harus ditingkatkan melalui aplikasi mobile atau portal pasien. Ini memungkinkan pasien untuk mengakses jadwal dokter, hasil laboratorium, atau konsultasi telemedicine dengan mudah. 

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pasien, tetapi juga membantu mengurangi beban administrasi di fasilitas kesehatan.

Teknologi Pendukung Transformasi Digital

Beberapa teknologi kunci menjadi pondasi transformasi digital di sektor kesehatan. Pertama, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Sistem Informasi Manajemen Klinik (SIMKlinik) yang berbasis web. 

Teknologi ini mencakup administrasi pasien, EMR, pelaporan secara real-time, pengelolaan inventaris, akuntansi, dashboard analitik, integrasi dengan sistem BPJS Kesehatan, dan fitur konferensi video. Fitur-fitur ini memastikan operasi harian berjalan lancar dan terintegrasi.

Kedua, kecerdasan buatan (AI) memainkan peran penting. AI prediktif dapat menganalisis data untuk mendeteksi pola, sementara AI generatif membantu dalam pembuatan laporan atau asistensi virtual 24/7. 

Baca juga: Mengenal Transformasi Digital, Tantangan, Dampak dan Pentingnya Untuk Bisnis

Ini meningkatkan produktivitas dan menghemat waktu serta biaya. Selain itu, layanan Third Party Administrator (TPA) dan Administrative Services Only (ASO) memfasilitasi pengelolaan klaim asuransi secara digital, mengurangi birokrasi.

Ketiga, infrastruktur pendukung seperti cloud computing memastikan data aman dan dapat diakses dari mana saja. Teknologi ini juga mendukung telemedicine, di mana pasien dapat berkonsultasi melalui video tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. 

Muluskan Transformasi Digital Bersama Owlexa

Transformasi digital menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi pelayanan kesehatan, dengan efisiensi sebagai inti utamanya, dengan tujuan kedepannya untuk membuka peluang layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkualitas. 

Di Indonesia, adopsi teknologi seperti SIMRS, SIMKlinik, dan telemedicine menjadi langkah penting menuju sistem kesehatan yang terintegrasi.

Untuk memuluskan proses transformasi digital di bidang kesehatan, sebagai penyedia solusi ICT terkemuka, Lintasarta melalui layanan Owlexa Healthcare menawarkan platform komprehensif untuk mendukung transformasi ini. 

Owlexa menyediakan layanan TPA/ASO untuk mendukung administrasi kesehatan yang lebih cepat dan akurat dengan pemanfaatan teknologi AI ( Artificial Intelligence) serta teknologi IT kesehatan seperti SIMRS dan SIMKlinik yang terintegrasi dengan AI prediktif dan generatif. 

Solusi ini membantu fasilitas kesehatan mengoptimalkan operasi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas layanan melalui integrasi data pasien, pelaporan data pasien secara real-time dan fasilitas asistensi 24/7. 

Dengan Owlexa, Lintasarta tidak hanya menjadi mitra teknologi, tapi juga kontributor utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan responsif. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi tautan berikut ini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!