Di era transformasi digital yang menyentuh berbagai bidang, industri kesehatan dituntut untuk ‘bersolek’ ikut bergerak cepat demi memberikan layanan yang lebih baik dengan mengadopsi teknologi terbaru.
Dalam prakteknya, digitalisasi membawa peluang besar, seperti pengobatan jarak jauh dan analisis data pintar. Namun adaptasi teknologi terbaru ini perlu dilakukan dengan bijak agar tetap aman dan efisien.
Berikut cara sederhana industri kesehatan berubah, dari metode pelayanan manual, berubah ke layanan digital dengan fokus pada solusi yang lebih praktis dan efisien.
Memperluas Telemedicine untuk Akses Kesehatan Jarak Jauh
Telemedicine merupakan bagian dari inovasi di industri kesehatan, yang memungkinkan konsultasi dokter tanpa harus ke rumah sakit. Lewat aplikasi ponsel, pasien bisa konsultasi langsung untuk mengetahui status kesehatan terbarunya.
Dalam beberapa tahun terakhir tren ini tumbuh pesat dengan virtual health dijadikan sebagai bagian utama perawatan terhubung. Contohnya, kini seorang Ibu di Desa bisa memeriksakan anaknya, tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke Kota.
Adaptasi dilakukan dengan membangun platform aman yang mendukung video call dan resep digital. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi antrian panjang dan mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas.
Keuntungannya cukup besar, efisiensi naik secara signifikan, dan lebih banyak orang mendapat bantuan kesehatan tepat waktu.
Memanfaatkan IoT untuk Monitoring Pasien Real-Time
Kini petugas layanan kesehatan bisa menggunakan perangkat Internet of Things (IoT) seperti jam tangan pintar yang bertugas untuk memantau detak jantung atau gula darah secara otomatis, ke dalam layanan yang terintegrasi.
Dalam prakteknya, nantinya data dari perangkat IoT dikirim ke dokter, sehingga masalah bisa diatasi sebelum parah. Di era digital, IoT membantu shift ke perawatan non-akut, seperti pemantauan di rumah.
Baca juga: Ragam Cara Cerdas Integrasikan Teknologi Canggih di Industri Healthcare
Beberapa rumah sakit di Indonesia, seperti RSUD Banyumas, Waron Hospital di Surabaya, RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono di Jakarta, RS Universitas Indonesia (RSUI) di Depok, RS Kasih Ibu di Bali, dan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek di Lampung, telah mengadopsi teknologi IoT melalui konsep smart hospital atau rumah sakit pintar.
Selain rumah sakit, layanan kesehatan berbasis aplikasi seperti Halodoc dan Alodokter juga sudah memanfaatkan teknologi IoT untuk konsultasi dan pemantauan pasien jarak jauh.
Tantangannya adalah keamanan data. Namun industri kesehatan kini sudah menemukan solusi dengan menerapkan teknologi enkripsi, membuat informasi lebih ‘rahasia’, membantu pasien lebih mandiri, dan biaya rawat inap berkurang signifikan.
Meningkatkan Manajemen Data dengan Rekam Medis Elektronik
Rekam medis elektronik (EHR) menyimpan riwayat pasien dalam satu tempat digital, mudah diakses oleh tim medis. Tren ini melibatkan analitik data untuk prediksi penyakit, membantu dokter membuat keputusan berdasarkan fakta, bukan dugaan.
Adaptasi teknologi terbaru di industri kesehatan ini harus melibatkan pelatihan staf terlebih dahulu, dengan tetap fokus pada regulasi dan privasi sebagai pondasi layanan.
Dengan cara ini, kesalahan diagnosis medis bisa ditekan hingga angka minimal, dan kolaborasi antar rumah sakit bisa berjalan lebih lancar. Bagaimanapun juga, saat ini data yang baik adalah kunci untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Mendorong Kolaborasi melalui VR dan AR
Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) juga bisa digunakan sebagai salah satu perangkat pintar bagi industri kesehatan yang sedang menjalankan transformasi digital, khususnya di bidang edukasi dan pelatih.
Misal, sekarang Anda bisa melakukan pelatihan dokter atau simulasi operasi dengan menggunakan perangkat tersebut. Cara ini membantu mempercepat pembelajaran tanpa risiko, sekaligus menurunkan resiko kesalahan yang bisa berakibat fatal.
Baca juga: Transformasi Digital untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Efisien
Anda bisa mengadopsi teknologi ini untuk tujuan pendidikan dan perawatan. Hal ini membuka pintu inovasi, sekaligus membuat industri kesehatan terlihat lebih modern dan lebih menarik bagi generasi muda.
Inovasi Digital untuk Kesehatan yang Lebih Baik
Industri kesehatan bisa beradaptasi lebih cepat dengan memanfaatkan berbagai teknologi terbaru, termasuk melibatkan penggunaan Artificial Intelligence (AI), telemedicine, IoT, data management dan VR/AR.
Untuk memfasilitasi semua itu, Lintasarta kini hadir melalui Cross Industry Solution, yang menawarkan solusi end-to-end seperti Lintasarta IoT Platform untuk monitoring real-time, Lintasarta Meeting AI untuk kolaborasi virtual efisien, dan Lintasarta Digital Queuing System untuk manajemen antrian di fasilitas kesehatan.
Selain itu, Lintasarta juga punya produk layanan Owlexa, yang fokus pada layanan e-health, menyediakan solusi administrasi asuransi kesehatan seperti pengelolaan klaim, verifikasi peserta, contact center 24/7, aplikasi mobile, dan integrasi AI untuk efisiensi layanan.
Dengan tagline “Empowering Your Healthcare“, Owlexa telah bermitra dengan lebih dari 1.100 penyedia layanan kesehatan di seluruh Indonesia, mendukung industri asuransi, rumah sakit, dan korporasi.
Solusi ini dirancang fleksibel, aman dan terintegrasi, membantu sektor Kesehatan mengatasi tantangan di era digital dengan cara yang lebih efektif dan efisien.
Mari wujudkan adaptasi yang cerdas dan berkelanjutan bersama Lintasarta, demi masa depan industri kesehatan yang lebih baik. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana cara Lintasarta memandu Anda menjalankan transformasi digital, klik disini.

