...
|
Lintasarta

Fokus Inovasi Dimulai Dari Otomatisasi Tugas Berulang Dengan AI

Artificial Intellegence
Fokus Inovasi Dimulai Dari Otomatisasi Tugas Berulang Dengan AI

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, inovasi jadi kunci utama untuk mempertahankan relevansi di tengah perkembangan bisnis yang sudah mengarah ke era digital, dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan. 

Inovasi juga dapat membantu Anda melepaskan diri dari rutinitas operasional yang menghabiskan waktu dan sumber daya, seperti tugas administratif berulang, manajemen data manual, atau layanan pelanggan konvensional. 

Dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI), teknologi ini dapat membantu Anda melakukan otomatisasi tugas berulang, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tapi juga membantu Anda untuk fokus pada inovasi yang lebih strategis. 

Apa Itu Tugas Berulang atau Repetitive Tasks?

Tugas berulang (repetitive tasks), merupakan aktivitas operasional yang dilakukan secara rutin dan terus berulang sesuai dengan jangka waktu tertentu. Tugas ini cukup memakan banyak waktu, dan cenderung monoton. 

Beberapa contoh repetitive tasks dalam dunia bisnis adalah;

  • Input data, seperti memasukkan informasi pelanggan ke dalam sistem.
  • Layanan pelanggan, seperti menjawab pertanyaan via email atau chat.
  • Manajemen inventaris, seperti melacak stok barang.
  • Pembuatan laporan keuangan dan lainnya.

Tugas-tugas tersebut seringkali tidak memberi nilai tambah kompetitif. Alih-alih baik untuk inovasi, pekerjaan tersebut justru bisa membatasi kreativitas karyawan dan menghambat alokasi sumber daya untuk proyek inovatif. 

Baca juga: Pemanfaatan AI Chatbot SRM (Social Relationship Management) dari Lintasarta di Berbagai Industri

Menurut survei McKinsey, 30% aktivitas kerja di 60% jenis pekerjaan bisa diotomatisasi. Disinilah AI berperan sebagai mitra digital yang mengambil alih tugas berulang, sehingga Anda bisa berkontribusi pada tugas lainnya.

Bagaimana AI Mengotomatisasi Tugas Repetitif?

AI menggunakan kombinasi teknologi seperti Machine Learning (ML), Natural Language Processing (NLP), dan Robotic Process Automation (RPA), untuk mengidentifikasi pola, memproses data, dan menjalankan tugas secara mandiri. 

Berikut beberapa contoh penerapan bagaimana AI bisa membantu Anda menjalankan tugas repetitif, sesuai dengan teknologi yang digunakan. 

  • Robotic Process Automation (RPA)

RPA merupakan teknologi yang menyimulasikan interaksi manusia dengan sistem digital untuk menyelesaikan tugas seperti transfer data antar aplikasi, verifikasi dokumen, atau pembaruan database

Misalnya, dalam industri perbankan, seperti Bank, mereka dapat menggunakan RPA untuk memproses aplikasi pinjaman dengan mengekstrak data dari formulir dan memvalidasinya secara otomatis.

Baca juga: Peran Penting Artificial Intelligence (AI) dalam Pekerjaan Analisis Data

Sedangkan untuk perusahaan logistik, mereka bisa memanfaatkan RPA untuk melacak pengiriman dan mengirim notifikasi real-time ke pelanggan.

  • AI-Powered Chatbots

Chatbots berbasis Natural Language Processing (NLP) mampu menangani ribuan percakapan pelanggan secara bersamaan. Mereka tidak hanya menjawab pertanyaan sederhana, tetapi juga bisa menangani tugas yang bernilai ekonomis.

Contohnya, perusahaan e-commerce menggunakan chatbot untuk membantu menjawab pertanyaan pelanggan.Untuk industri kesehatan, petugas medis bisa memanfaatkan chatbot untuk mengingatkan jadwal konsultasi atau melakukan assessment untuk mengetahui gejala awal pasien.

  • Pemrosesan Dokumen Cerdas

AI yang dilengkapi dengan kemampuan Optical Character Recognition (OCR) dan analisis semantik, punya kemampuan untuk membaca, mengklasifikasi, dan menyimpan dokumen fisik atau digital tanpa intervensi manusia. 

Contohnya, untuk perusahaan asuransi, mereka bisa menggunakan AI untuk melakukan proses otomatisasi klaim dengan cara menganalisis dokumen medis, formulir klaim dan polis yang sudah disepakati sebelumnya. 

Baca juga: Sejauh Apa Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pengambilan Keputusan Bisnis Yang Tepat?

Sedangkan untuk HR Department, bisa menggunakan AI Talent Management dari Lintasarta untuk menyortir CV dan mencocokkannya dengan kriteria lowongan kerja.

Mengapa Harus Melakukan Otomatisasi Tugas Berulang?

Otomatisasi tugas repetitif dengan menggunakan aplikasi berbasis AI, tidak hanya sekedar tentang efisiensi waktu dan sumber daya, tapi juga menciptakan pondasi yang kuat untuk terus berinovasi, dan membuat perusahaan tetap relevan. 

Secara garis besar, berikut beberapa manfaat utama melakukan otomatisasi tugas berulang dengan menggunakan AI.

  • Meningkatkan Efisiensi Operasional

AI dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Bahkan dengan aplikasi yang tepat, proses yang sebelumnya memakan waktu hingga berjam-jam, kini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan menit saja. 

Baca juga: Efisiensi Waktu Cari Dokumen Perusahaan Dengan Bantuan Chatbot AI

Selain itu, AI juga bisa secara otomatis memindai ribuan transaksi, mengidentifikasi risiko penipuan, dan menghasilkan laporan analisis dengan cepat dan akurat.

  • Mengurangi Kesalahan Manusia

Beberapa tugas repetitif, seperti input data, sangat rentan terhadap human error yang tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tapi juga bisa menurunkan citra perusahaan di mata klien atau rekan bisnis.

Disinilah AI muncul sebagai solusi untuk meminimalkan risiko, terutama dalam bidang akuntansi atau manajemen inventaris.

  • Mengalihkan Sumber Daya ke Aktivitas Bernilai Tinggi

Dengan menggunakan AI, karyawan bisa sepenuhnya terbebas dari tugas-tugas yang bersifat repetitif, sehingga mereka bisa fokus pada inovasi produk, melakukan analisis pasar, atau membantu pengembangan strategi bisnis. 

Menurut studi yang dilakukan Salesforce, sekitar 72% karyawan merasa lebih produktif setelah perusahaannya menerapkan sistem otomatisasi

Terkait hal ini, Lintasarta hadir dengan solusi Supplier Relationship Management (SRM), yang akan memudahkan Anda dalam menjalankan aktivitas bisnis, seperti komunikasi, kolaborasi, hingga pertukaran data.

  • Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Otomatisasi layanan pelanggan, seperti menggunakan chatbot 24/7, dapat membantu memastikan respons yang cepat, akurat dan konsisten atas semua permasalahan pelanggan, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan teknis.

Baca juga: Cara Mengoptimalkan Customer Experience dengan Teknologi AI

Dengan respons tersebut, pelanggan akan merasa ‘dispesialkan’, yang berujung pada peningkatan loyalitas dan peningkatan nilai bisnis di mata pelanggan. Misalnya, penggunaan produk Chatbot AI dari Lintasarta.

Cara Mengimplementasikan Otomatisasi AI dalam Bisnis

Meski menjanjikan banyak sekali kelebihan, namun implementasi program otomatisasi AI dalam bisnis tidak boleh asal-asalan. Agar memberi hasil yang lebih optimal, ada beberapa langkah strategis yang harus Anda jalankan.

Yang pertama, Anda bisa mulai dengan memetakan alur kerja dan menemukan tugas-tugas repetitif yang memakan waktu. Misalnya, apakah departemen keuangan kesulitan mengelola pembayaran vendor secara manual?

Setelah mengidentifikasi proses mana saja yang bisa diotomatisasi, selanjutnya Anda bisa memilih teknologi AI yang bisa digunakan untuk menjalankan tugas tersebut, sesuai dengan kebutuhan, seperti: 

  • RPA untuk otomatisasi alur kerja (workflow).
  • NLP untuk layanan pelanggan atau analisis sentimen.
  • Machine Learning untuk prediksi inventaris atau permintaan pasar.

Setelah implementasi dilakukan, saatnya melakukan uji coba. Misalnya, Anda bisa menggunakan chatbot untuk menangani FAQ pelanggan terlebih dahulu, sebelum memperluas tugasnya ke layanan yang lebih kompleks.

Jangan lupa untuk melatih karyawan agar mereka memahami cara kerja AI dan bagaimana berkolaborasi dengannya. Misalnya, tim IT dan pemasaran harus bekerja sama untuk mengoptimalkan alat analitik prediktif dan lainnya.

AI in a Box: Solusi All-in-One Integrasikan Teknologi AI

Untuk memudahkan dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem bisnis Anda, Lintasarta hadir dengan solusi AI in a Box untuk membantu Anda mengimplementasikan teknologi AI tanpa hambatan teknis atau investasi besar. 

Solusi ini mencakup server dengan GPU (Graphics Processing Unit) yang kuat, perangkat lunak AI yang telah dikonfigurasi, dan layanan dukungan teknis. Nah untuk informasi lebih lanjut tentang AI in a Box, Anda bisa ikuti tautan berikut ini.

Berita Lainnya

Layanan ‘one stop solution’ untuk perkembangan bisnis Anda!