Lintasarta menegaskan komitmennya dalam melahirkan talenta digital Indonesia melalui inisiatif gerakan AI Merdeka. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, dalam sesi CEO Talks pada Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang berlangsung di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 19–21 November 2025.
Sesi CEO Talks menjadi salah satu diskusi utama dalam konferensi tersebut, yang menyoroti ketidakselarasan antara kurikulum kampus dan dinamika industri digital yang berubah cepat. Tantangan tersebut membuat banyak lulusan perguruan tinggi “memulai dari titik nol” ketika memasuki dunia kerja.
President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena menegaskan bahwa kesenjangan kompetensi ini harus diselesaikan melalui sinergi erat antara akademisi dan industri. Saat ini terdapat gap antara kompetensi yang dimiliki oleh lulusan kampus dengan kebutuhan industri, diantaranya, minimnya pengalaman praktis teknologi, kemampuan soft skill terbatas, dan kurangnya pemahaman use case industri, karena mahasiswa jarang terpapar kasus nyata yang dapat diterapkan langsung dalam proyek atau riset di kampus.
“Lintasarta sebagai AI Factory IOH Group berkomitmen mendukung perguruan tinggi agar mampu melahirkan talenta digital terbaik yang siap diserap industri dan siap membangun Indonesia,” ujar Bayu.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, yang hadir dan membuka acara turut menegaskan pentingnya mempercepat transformasi kampus ke arah research university untuk menghasilkan inovasi sains yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan. “Jika ingin Indonesia menjadi negara inovasi, perguruan tinggi harus menjadi pusat riset yang terhubung erat dengan industri dan kebutuhan masa depan,” ujar Prof. Stella dalam sesi pembukaan.
Lintasarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi
Partisipasi Lintasarta dalam KPPTI 2025 menandai komitmen perusahaan untuk terus membangun jembatan antara dunia akademik dan industri. Kolaborasi ini sejalan dengan misi perusahaan dalam memperkuat ekosistem AI nasional dan mempercepat transformasi digital Indonesia.
Bayu menegaskan bahwa pembangunan talenta digital bukan hanya isu teknologi, tetapi fondasi untuk meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045. “Kami berkomitmen memastikan setiap talenta muda Indonesia memiliki akses terhadap teknologi, infrastruktur, dan ekosistem yang memungkinkan mereka menjadi kontributor utama dalam ekonomi digital,” tutup Bayu.

