SOLUSI BISNIS
 
 
 
Online
 
 

Overview | Oportunity | Solution | Outcome

   Overview
Bisnis multi finance kini tidak bisa lagi dijalankan secara tradisional dengan sistem off line. Pelanggan membutuhkan layanan yang cepat dan memuaskan, sementara persaingan di sektor ini semakin ketat. Belum on line-nya bisnis multi finance dan panjangnya mata rantai yang ada khususnya untuk proses administrasi menyebabkan proses persetujuan kredit menjadi lama. Dan terkadang setelah permintaan disetujui pembayaran cicilan nasabah tidak fleksibel karena sistem pembayarannya belum ter-on line kan dengan bank-bank yang ditunjuk.

   Opportunity
Industri apa yang paling cepat pulih dari hantaman krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998? adalah industri yang berbasis konsumsi dalam negeri. Dan percaya atau tidak, industri dan pasar otomotif dalam negeri termasuk sektor yang paling cepat bangkit. Yang mencengangkan lagi, membaiknya pasar kendaraan bermotor dalam negeri ini menyangkut seluruh segmen, mulai dari sepeda motor, kendaraan komersial sampai dengan sedan mewah produk impor. Semua itu laris manis di pasar dalam negeri, terutama dalam tiga tahun terakhir.

Kebangkitan industri dan pasar otomotif dalam negeri ini otomatis berarti kebangkitan kembali industri pembiayaan konsumen (leasing, multi finance). Perusahaan-perusahaan pembiayaan memanfaatkan momentum ini untuk berekspansi. Seiring maraknya pasar menyusul ‘mobil murah’ seperti Karimun, Avanza dan Xenia, tumbuh pemain baru memasuki bisnis pembiayaan. Bahkan perbankan pun tak mau ketinggalan berebut kue di sektor yang tahun ini diperkirakan bernilai Rp103 triliun dibanding Rp477 triliun total kredit sektor perbankan.

Persaingan di bisnis ini makin ketat, karena pemainnya semakin banyak, walau pun pasarnya semakin besar. “Karena itu kami meningkatkan layanan kepada pelanggan,” kata Direktur Perusahaan pembiayaan yang membidangi teknologi informasi. Salah satu langkahnya adalah dengan membangun sistem online di ke-35 cabang perusahaan..

   Solution
Namun sejak seluruh cabang online tahun 1998, hal itu tidak terjadi. Yang paling penting, semua nasabah di seluruh Indonesia mendapatkan layanan yang standar. Calon nasabah bisa mengajukan kredit kepemilikan kendaraan bermotor baik di kantor cabang, service point atau dealer pilihannya. “Dari semua tempat itu petugas menginput dana calon pelanggan dan datanya langsung diterima oleh analis kredit. Pada saat yang sama kami mengirimkan order agar dilakukan survey ke rumah calon nasabah. Hasil survey dikirim melalui SMS yang akan langsung masuk ke sistem komputer kami. Dalam empat jam seluruh proses bisa diselesaikan,” kata Direktur tersebut. Informasi persetujuan kredit itu langsung dikirimkan kepada calon nasabah dan dealer melalui komputer atau SMS. Kredit pun siap dicairkan.

Sistem komputer perusahaan ini, kini terhubung dengan seluruh kantor cabang, puluhan service point dan ratusan dealer yang tersebar di hampir seluruh Indonesia. “Dealer yang sudah membukukan transaksi sampai angka tertentu kami beri sistem akses yang dinamai dealer system. Mereka bisa menginput data calon pelang Sistem online ini juga bermanfaat setelah nasabah mendapatkan kredit. Nasabah bisa membayar cicilan kreditnya dari mana pun juga karena datanya sudah online dan terpusat. Seorang nasabah bisa membayar cicilannya dari berbagai kantor cabang termasuk dari lebih dari 6000 ATM (automated teller machine) BCA, Bank Permata dan Bank Danamon yang juga terkoneksi dengan sistem komputer perusahaan. Semuanya itu bisa terjadi karena database pelanggan kini dikelola secara terpusat.

Besarnya manfaat sistem online bagi pelayanan nasabah, mendorong tekad perusahaan untuk terus memperluas jangkauan sistem online-nya, antara lain dengan jaringan service point dan dealer yang masih akan terus dikembangkan, serta bank mitra untuk sistem setoran nasabah.

Sejak membangun sistem online-nya, perusahaan menggunakan layanan PT Aplikanusa Lintasarta, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai penyedia jasa komunikasi data bagi sektor perbankan. IT Technical Solution perusahaan ini, mengakui bahwa perusahaan menggunakan sejumlah layanan mulai dari Frame Relay, VPN MultiService dan V-Sat, tergantung kebutuhan riil yang ada di setiap lokasi.

Direktur perusahaan mengatakan, “Sampai kini perusahaan tidak memakai back up, karena Lintasarta memberikan komitmen uptime 99 persen. Downtime satu persen kalau dihitung dalam setahun kecil sekali, sehingga dinilai masih memadai.” Ia semakin yakin untuk tidak memakai back up karena Lintasarta sangat responsif akan keluhan bila ada masalah pada sistem on line pelanggannya.

Hal lain yang menggembirakan manajemen perusahaan, Lintasarta sangat bersedia mendengar kebutuhan pelanggan. Direktur tersebut juga mengatakan, perusahaan pasti membutuhkan layanan prima yang akomodatif akan perkembangan teknologi, dengan efisiensi yang mendukung daya saing perusahaan.

   Outcome
Sebelum on lineSesudah on line
Data tersebar di kantor-kantor cabangDatabase nasabah dikelola terpusat sehingga memudahkan pengelolaan
Layanan nasabah di satu cabang dan cabang lain bisa tidak seragamNasabah mendapat layanan yang seragam dan standar
Proses persetujuan kredit lamaProses persetujuan kredit cepat (4 jam)
Pembayaran cicilan nasabah tidak fleksibel Pembayaran cicilan nasabah lebih fleksibel


   
 


CONTACT USCONTACT US
 
  
icon_10.gifPenjualan
Informasi mengenai produk dan tarif.
icon_09.gifHumas
Informasi umum mengenai perusahaan.

 

 
Best Viewed with Microsoft Internet Explorer 6.0
All Rights Reserved © Copyright 2006 Lintasarta