| | | | | | | | Overview | Oportunity | Solution | Outcome | Overview | Kalangan pengusaha biro perjalanan sepenuhnya sadar, tanpa sistem on line dengan penyedia jasa reservasi, mereka akan digilas habis para pesaingnya. Era off line saat ini tinggal sejarah, terutama untuk industri pariwisata, khususnya biro perjalanan. Bisnis biro perjalanan sangat padat teknologi, khususnya teknologi informasi. Bayangkan, calon penumpang pesawat kini mempunyai begitu banyak pilihan tujuan dan maskapai penerbangan. Dengan sistem yang masih off line, itu merupakan suatu kendala untuk reservasi calon pelanggan. Yang mana akhirnya untuk beberapa maskapai penerbangan tertentu pemesanan tiket terpaksa dilakukan via telepon atau faks. Bahkan dalam situasi tertentu, terpaksa harus melakukan reservasi melalui biro perjalanan lain. Sebagaimana diceritakan oleh Operation Manager salah satu biro perjalanan terkemuka di Indonesia. Saat ini biro perjalanan praktis tak bisa lagi beroperasi secara offline. Melakukan reservasi tiket pesawat atau hotel secara off line pasti sangat lama, perlu tenaga ekstra, dan sangat mahal. |
| Opportunity | | Sistem off line semakin tak bisa diandalkan lagi karena dalam industri pariwisata tersedia sistem reservasi yang berbasis teknologi informasi (Computerized Reservation System atau CRS). Sistem ini menghubungkan pihak penyedia jasa pariwisata, mulai dari perusahaan penerbangan, kereta api, pelayaran wisata, penyewaan kendaraan sampai dengan hotel, dengan pihak penjual jasa, yakni biro perjalanan. Di seluruh dunia dikenal ada beberapa CRS. Yang menguasai pasar Asia Pasifik adalah Abacus International, yang juga beroperasi di Indonesia melalui PT Abacus Distribution Systems Indonesia. “Ada begitu banyak penerbangan nasional dan internasional, hotel-hotel di berbagai negara, penyewaan kendaraan sampai dengan pelayaran wisata yang masuk dalam sistem komputer kami. Dengan demikian, satu biro perjalanan cukup terhubung dengan sistem kami, dan mereka langsung bisa melakukan reservasi untuk semua penyedia jasa pariwisata tersebut,” kata Senior Marketing Manager PT Abacus Indonesia. Bahkan Abacus menyediakan seluruh sistem berikut pelatihan untuk para operatornya. Hanya dengan menyediakan tempat dan operator, sebuah biro perjalanan bisa langsung reservasi tiket, hotel, kereta api atau mobil, bahkan reservasi hotel dan kereta api di Eropa misalnya. Menurut Senior Marketing Manager PT. Abacus Indonesia, penyedia CRS tidak mengenakan biaya apa pun kepada biro perjalanan. Yang harus dibayar adalah biaya komunikasi data dari kantor biro perjalanan tersebut sampai ke sistem komputer CRS. |
|
| Solution | Itu sebabnya hampir semua biro perjalanan nasional menghubungkan diri dengan sistem komputer Abacus supaya bisa melakukan reservasi hotel atau pesawat secara real time. Ketika ada pesanan dari pelanggan, operator bisa langsung memastikan apakah tersedia tempat di pesawat tertentu dengan tujuan dan jadwal tertentu. Salah satu agen travel besar, menghubungkan seluruh kantornya, 13 kantor di Jakarta dan delapan kantor di luar Jakarta, dengan sistem komputer Abacus. Dengan terhubung ke sistem reservasi itu, perusahaan bisa melakukan transaksi dengan jangkauan luas, termasuk ke airlines atau hotel di berbagai negara. “Kini setiap kantor kami terhubung dengan satu link ke Abacus. Tapi kami sedang dalam proses untuk mengubah sistem itu, dengan menyatukan seluruh komputer dalam satu jaringan (Wide Area Network, WAN) sehingga link ke Abacus cukup satu saja,” kata Operation Manager. Dengan begitu, seluruh sistem komputer agen travel tersebut bisa terintegrasi sehingga memudahkan manajemen mendapatkan data terkini perusahaan dan biaya komunikasi data lebih efisien. Sistem on line Abacus dan Agen Travel didukung layanan komunikasi data PT Aplikanusa Lintasarta. “Kami sudah lama bekerjasama dengan Lintasarta, dan tahu track record-nya. Begitu ada biro perjalanan yang berniat menghubungkan diri dengan sistem reservasi Abacus, kami selalu merekomendasikan jasa Lintasarta,” kata Senior Marketing Manager lagi. Menurut Operation Manager Travel, untuk sektor pariwisata, khususnya biro perjalanan, tampaknya belum ada yang menandingi Lintasarta. Agen Travel ini juga mempercayakan koneksinya ke Abacus kepada Lintasarta. Bahkan perusahaan ini berencana menggunakan layanan Lintasarta untuk pembangunan WAN seluruh kantornya. Seperti terlihat di gambar, dimana travel-travel agen terhubung ke n perusahan semacam Abacus dengan menggunakan berbagai media akses seperti wireline, WLL, BWA dan satelit ataupun dial up. Selain itu travel agen tersebut dapat pula terhubung ke internet.. |
| Outcome | | Sebelum on line | Sesudah on line | Proses reservasi, mulai dari pemesanan sampai konfirmasi, membutuhkan waktu yang lama | Proses reservasi sampai dengan konfirmasi dilakukan secara real time | Proses reservasi rumit | Proses reservasi lebih sederhana | Biaya per reservasi lebih mahal, terutama untuk reservasi antarkota atau internasional | Biaya komunikasi reservasi lebih murah dibanding manfaat yang diperoleh | Biaya komunikasi data internal perusahaan lebih mahal | Biaya komunikasi data internal perusahaan lebih murah |
|
|
| | | | | | | | | | | |
|
| |
|