Dengan menggunakan Very Small Apperture Terminal (VSAT), Layanan Jasa Satelit memperluas jangkauan area cakupan khususnya untuk lokasi pelanggan yang terletak di luar
kota besar dan daerah terpencil. Layanan VSAT Lintasarta terdiri dari jasa - jasa sebagai berikut :
VSAT IP
VSAT Link
VSAT Net
Layanan ini mendukung protokol jaringan berbasis legacy hingga Internet Protocol (IP). Teknologi yang digunakan untuk jasa - jasa tersebut adalah teknologi Time Division Multiplex (TDM)/ Time Division Multiple Accsess (TDMA). Adapun cakupan layanan jasa satelit adalah seluruh lokasi yang ada di Indonesia.
Perbedaan antara VSAT Net, VSAT Link dan VSAT IP
Ketiganya dapat melayani kebutuhan hubungan antar LAN, dengan karakteristik sebagai berikut :
| VSAT Net | VSAT Link | VSAT IP |
Merek | Hughes | Commtech, Radyne Commstream | Hughes |
Protokol | SDLC, X.25 | Clear Channel | TCP IP |
Jenis komunikasi | Legacy data | Legacy data, LAN2LAN, voice | LAN2LAN |
Teknologi | TDM/TDMA | FDMA | TDM/TDMA |
Perangkat tambahan | Tidak ada | Tidak ada | Tidak ada |
VSAT Net dan VSAT IP akan sesuai untuk jenis aplikasi transaksional seperti online banking, reservasi, mesin ATM (Automated Teller Machine) dll. VSAT Net dan VSAT IP menggunakan teknologi TDM/TDMA dimana dilakukan sharing transponder satelit (share Bandwidth) sehingga tidak dianjurkan untuk komunikasi Voice, Sebaliknya, VSAT Link merupakan sistem SCPC (Single Channel Per Carrier) menggunakan teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access) dimana alokasi transponder satelit digunakan dedicated (dedicated bandwidth) sehingga dapat digunakan untuk komunikasi Voice.
Kelebihan dari layanan VSAT Lintasarta, karena memiliki jaringan terestrial maka Pelanggan mempunyai pilihan backbone terestrial. Contohnya, VSAT Net dengan konfigurasi Single Hop. Keuntungan bagi Pelanggan adalah dapat menikmati response time yang lebih cepat. Peruntukan produk VSAT dapat dilihat pada bagan berikut :
Keterangan | VSAT Net | VSAT IP | VSAT LINK |
Legacy data (X.25,SDLC) | | | |
LAN2LAN | | | |
Kombinasi legacy data, LAN2LAN, voice | | | |
Memiliki backhaul terestrial | | | |
Response Time VSAT
Salah satu indikator paling mudah adalah dengan melihat waktu uji ping , yaitu melihat waktu yang diperlukan untuk melakukan koneksi antar terminal. Waktu ini merupakan penjumlahan dari delay time (waktu yang diperlukan untuk hubungan terminal-satelit-terminal) sebesar 2x250 milisekon karena memakai satelit geostasioner, serta waktu proses internal satelit. Ping tes VSAT Link + 500 ms, VSAT net + 700 ms, VSAT IP + 650 ms, .
Perlu diperhatikan bahwa pengertian response time VSAT yang dimaksud pelanggan biasanya sudah termasuk waktu proses aplikasi pelanggan. Misalnya proses remote login dan data-entry. Jika ini yang dimaksudkan, waktu response time VSAT sangat tergantung pada jenis aplikasi, dan perangkat pelanggan yang terlibat dalam proses telekomunikasi. Semakin banyak perangkat pelanggan yang terlibat, misalnya Router, PAD, atau multiplexer, semakin lama pula response time VSAT, karena perangkat tersebut memerlukan waktu pula untuk menjalankan proses internalnya.
Teleport
Teleport merupakan pengembangan sistem jaringan satelit di Lintasarta, yang bertujuan untuk lebih memaksimalkan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Jelasnya sebagai berikut. Fungsi teleport untuk perpanjangan jaringan pelanggan yang tidak terjangkau oleh jaringan terestrial (Frame Relay maupun SDL). Misalkan pelanggan berlangganan Frame Relay tetapi tidak terjangkau oleh jaringan terestrial, maka dari node Frame Relay, yang telah dipasang Center Antena, akan diteruskan dengan akses satelit ke pelanggan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa Teleport adalah jasa VSAT Link yang berfungsi sebagai akses jasa Teresterial. Antenna yang dipasang di pelanggan adalah 2.4m atau 3.8m. Center Antenna (antena ukuran besar) ini terdapat di beberapa STO Lintasarta.
Stasiun Hub Lintasarta
Stasiun Hub VSAT Net Lintasarta terletak di Jl. TB Simatupang di STO Telkom Cipete. Antena utama berukuran 7.2 m, didukung oleh beberapa antena lain yang lebih kecil. VSAT Net Lintasarta memiliki dua grup jaringan yang saling mendukung. Adanya transponder di 3 satelit memungkinkan Lintasarta memanfaatkannya jika terjadi gangguan transponder. Selain itu, berkat kerja sama yang erat, Lintasarta dapat memanfaatkan Stasiun Pengendali Mini (antena 6.1m) milik Bank BNI sebagai Stasiun Pendukung (DRC).
Stasiun Hub VSAT IP dan VSAT Net Lintasarta terletak di Stasiun Bumi milik Indosat di Jatiluhur Jawa Barat. Dengan antena transmisi berukuran 9 m. Lintasarta juga memiliki kerja sama dengan Indosat dalam pengelolaan Sistem VSAT IP milik Indosat yang berada di lokasi tersebut.