Thursday, April 29, 2010 10:00 AM
Institusi perbankan mulai menggeliat lagi tahun ini, setelah sempat kolaps terimbas resesi ekonomi global dua tahun terakhir. Untuk mempercepat pemulihan kondisinya, diperlukan inovasi dari berbagai aspek. Salah satunya dari bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Lintasarta, penyedia solusi dan layanan TIK papan atas tanah air, merespon cepat terhadap kebutuhan tersebut. Solusi mereka digelar dalam Asia Pasific Conference and Exhibition (APCONEX) 2010, di Jakarta Convention Center, 28 - 30 Mei 2010.
Salah satu di antara solusi Lintasarta ialah layanan Unified Contact Center. Layanan ini telah mengintegrasikan kombinasi ACD (Automatic Call Distribution), IVR (Interactive Voice Response), Dialer, dan teknologi komunikasi lainnya. Dampaknya, perusahaan dapat lebih lancar berinteraksi dengan pelanggan melalui channel yang mereka inginkan. Bisa lewat telepon, SMS, faks, e-mail, dan Internet. "Dengan multichannel access ini, otomatis jangkauan pelayanan perusahaan akan lebih luas. Itulah sebabnya, Unified Contact Center Lintasarta sangat sesuai bagi industri perbankan, terutama yang berada di pelosok daerah,” ujar M.Ma’ruf (General Manager Marketing, PT Aplikanusa Lintasarta).
Inovasi baru Unified Contact Center mampu meningkatkan produktivitas agen, meningkatkan level pelayanan, dan memperoleh tingkat kepuasan pelanggan yang lebih besar. Layanan ini juga memiliki berbagai fitur unggulan, di antaranya real time monitoring, user management, voice recording, dan reporting. Tidak hanya itu, Unified Contact Center Lintasarta telah memelopori penyediaan layanan hosted Contact Center. “Dengan hosted Contact Center, TI yang tadinya sebagai investasi dan aset, kini berubah menjadi utility dan opex,” papar M. Ma’ruf.
Penawaran lain Lintasarta ialah dukungan terhadap penetrasi microbanking di kawasan Indonesia Timur. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Samsriyono Nugroho (Direktur Usaha Lintasarta). Bentuknya penetrasi lokasi, edukasi pasar, dan solusi IT tepat guna. Untuk mengembangkan pelayanan microbanking secara menyeluruh, Lintasarta telah menyiapkan infrastruktur ICT di 2.000 lebih titik lokasi mitra perbankan, baik melalui penggunaan VSAT maupun media akses lainnya.
Menurut Samsriyono, Lintasarta menyiapkan empat solusi ICT untuk mengembangkan microbanking. Pertama, berbagai solusi network access di area pedalaman. Kedua, solusi payment service di Warnet Desa Pinter. Ketiga, solusi credit installment reminder system menggunakan peranti bergerak. Keempat, proses menabung dengan menggunakan layanan Bank Keliling, baik untuk di pasar maupun pedesaan.
Sumber : Info Komputer Online
Back